Konflik Keraton Kasunanan Mereda, Dewan Adat dan PB XIII Bersatu

Konflik Keraton Kasunanan Mereda, Dewan Adat dan PB XIII Bersatu

126
Joglosemar | Kurniawan Arie Wibowo
MENJELANG REVITALISASI – Warga melintas di depan Kori Kamandungan Keraton Kasunanan Surakarta, Minggu (28/5). Sedangkan pengunjung mengamati koleksi Museum Keraton Kasunanan.

SOLO – Konflik Keraton Kasunanan Surakarta memasuki babak baru setelah kedua kubu Lembaga Dewan Adat dan Paku Buwono (PB) XIII Hangabehi melakukan komunikasi.

Bahkan GKRa Koes Moertiyah Wandasari (Gusto Moeng) tampak berada di dalam Keraton Kasunanan Surakart saat peringatan Malam Selikuran, Kamis (15/6/2017) malam.

Dalam kegiatan tersebut Gusti Moeng berdampingan dengan permaisuri PB XIII Hangebehi, Kanjeng Ratu Pakubuwana XIII. Keduanya juga memberangkatkan rombongan kirab Malam Selikuran di Kori Kamandungan menuju Sriwedari, kemudian mereka berdua sempat foto bersama seolah tidak ada masalah. Bahkan pihaknya sudah bisa masuk ke dalam keraton sejak beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Membatik Alquran di Masjid Agung Surakarta, Belum Jadi Tapi Sudah Diminati

“Kita menyadari posisi kita masing-masing dan yang paling utama kita sudah tua-tua semua. Kalau tidak kita mulai sekarang kapan lagi, kita sudah capek dan yang paling utama keraton ke depan itu seperti apa,” terang Gusti Moeng kepada wartawan, Jumat (16/6/2017).

Sesuai pesan PB XII, jika anak-anaknya supaya bisa membantu apa yang menjadi tugas dan kewajiban PB XIII Hangabehi setelah PB XII meninggal dalam membangun keraton.

“Saya ditimbali (dipanggil, red) Sinuhun untuk bisa bersama-sama memikirkan dan bekerja lagi di keraton. Ya, sudah itu memang tugas dan kewajiban saya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Mau Ayam Hidup Langsung Sembelih, Di Sini Tempatnya

“Kalau masalah yang lalu-lalu biar di hapus saja, karena semua ini adalah putra putri PB XII yang tugas dan kewajibannya sudah ada,” kata dia. Untuk LDA apakah mau dilanjutkan atau dibubarkan, kata Gusti Moeng masih akan dikaji dan dibicarakan dengan PB XIII.

Sementara itu, Ketua Satuan Tugas Panca Narendra KGPH Benowo menyatakan belum mengetahui informasi menyatunya Lembaga Dewan Adat dengan PB XIII Hangabehi. “Nanti akan saya tanyakan masalah ini ke Sinuhun,” pungkasnya.

#Ari Welianto

BAGIKAN