Langgar Perda Ini, Puluhan “Penjual” Uang Terjaring Razia

Langgar Perda Ini, Puluhan “Penjual” Uang Terjaring Razia

83
Joglosemar | Insan Dipo Ferdias
JASA PENUKARAN UANG- Terdapat jasa penukaran uang pecahan di kawasan Loji Wetan, Solo, Kamis (8/6). Dihimbau warga perlu lebih teliti bila menggunakan jasa tersebut agar tidak terjadi kesalahan, lebih amanya warga bisa menukarkan uang pecahan di Bank.

SOLO – Puluhan pelaku jasa penukaran atau “penjual” uang pecahan baru terjaring Satpol PP Kota Surakarta setiap harinya menjelang Lebaran 2017.

Penjaringan tersebut dilakukan guna menertibkan penjual pecahan uang baru karena mereka menyalahi Perda No 1 Tahun 2013 di mana PKL dilarang berjualan di badan jalan.

Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kota Surakarta, Agus Siswuryanta mengungkapkan, beberapa titik rawan penjual uang pecahan baru di antaranya berada di kawasan Gladag, Pengadilan Negeri (PN) Surakarta, serta sekitar Mangkunegaran.

“Yang terjaring mayoritas dari dua kawasan Jalan Slamet Riyadi dan Jalan Adi Sucipto. Mereka selalu kucing-kucingan dengan petugas. Tidak sedikit juga penjual uang pecahan baru yang terjaring kembali berjualan hari berikutnya,” ujarnya usai jumpa pers Kolaborasi untuk Jaga Stabilisasi Harga dan Pemenuhan Uang Pecahan Kecil (UPK) Kepada Masyarakat Jelang Lebaran Tahun 2017, yang digelar Bank Indonesia (BI) Solo, Jumat (16/6), di The Royal Solo Heritage.

Baca Juga :  Waspadai Potensi Kebakaran saat Libur Lebaran

Sementara itu, antusiasme masyarakat menyambut Idul Fitri cukup tinggi, termasuk di Surakarta. Berbagai aktivitas ekonomi semakin meningkat menjelang hari raya tersebut.

Kebutuhan masyarakat terhadap uang tunai pada saat Ramadan dan Idul Fitri juga meningkat, terutama untuk uang pecahan kecil.

“Tingginya permintaan barang/ jasa dapat mendorong kenaikan harga barang, yang berimbas pada meningkatnya inflasi pada bulan Ramadan dan Idul Fitri. Sebagai upaya untuk mengendalikan inflasi Kota Surakarta terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri, KPw BI Solo bersama TPID se-Solo Raya telah melaksanakan berbagai kegiatan yang terangkum dalam Program 5K,” ujar Kepala Kantor Perwakilan BI Solo, Bandoe Widiarto.

Beberapa kegiatan yang telah dan akan dilakukan, lanjut Bandoe, antara lain inspeksi lapangan ke tiga pasar utama di Kota Surakarta, koordinasi dengan pihak berwenang untuk menjaga kelancaran jalur distribusi dan pengamanan distribusi barang, pemberian imbauan untuk bijak berbelanja baik melalui media massa, dakwah oleh mubalig.

Baca Juga :  Lebaran di Solo, Simak Panduan Wisatanya

Lalu pemasangan spanduk bijak belanja di pasar tradisional, pemasangan baliho bijak belanja di jalan-jalan protokol, talkshow di radio, pelaksanaan pasar murah di lima kecamatan, pembagian sembako gratis, serta inspeksi pasar menjelang Lebaran.

“Kegiatan tersebut dilakukan untuk menjamin ketersediaan pasokan bahan pangan menjelang Lebaran sehingga perkembangan harga di lapangan menjadi lebih terkendali. KPw BI Solo juga melaksanakan tugas untuk memenuhi kebutuhan uang rupiah di wilayah Eks Karesidenan Surakarta dalam jumlah nominal cukup, jenis pecahan sesuai, dan dalam kondisi layak edar,” tukasnya.

#Triawati Prihatsari Purwanto

BAGIKAN