Mahasiswa Fakultas Kedokteran UNS Ini Sudah Hafal Alquran Sejak Kelas 3 SMP

Mahasiswa Fakultas Kedokteran UNS Ini Sudah Hafal Alquran Sejak Kelas 3 SMP

52
Dok Pribadi
HAFAL ALQURAN–Hafiyatus Sholiha, Mahasiswi Prodi Psikologi Fakultas Kedokteran UNS yang hafal 30 Juz Al Quran, Foto beberapa waktu lalu.

Di tengah kemajuan teknologi dan godaan kemajuan zaman, mahasiswi satu ini tetap memegang teguh imannya dengan terus menerus mempelajari Alquran. Bahkan ia melakukan banyak usaha untuk menjaga hafalannya.

Sungguh luar biasa. Ya kalimat tersebut pantas diberikan kepada Hafiyatus Sholiha yang  sejak duduk di kelas 3 Sekolah Menengah Pertama (SMP) sudah hafal 30 juz dalam Alquran.

Tentunya apa yang diraih tersebut tidak didapat begitu saja melainkan melalui berbagai proses sehingga membuat Fiya panggilan akrabnya bisa hafal 30 juz dalam Alquran.

Hal itu berawal dari mahasiswi Program Studi (Prodi) Psikologi Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) angkatan tahun  2015 ini masuk di pondok pesantren Al Hikmah di Jawa Barat saat duduk di bangku SMP.

“Abi dan Umi (Ayah dan ibu) ingin anak-anaknya  bisa hafal Alquran. Sehingga saya dimasukkan di Pondok Pesantren,” ujar Fiya, Kamis (8/6/2017).

Baca Juga :  SD Muhammadiyah Plus Malangjiwan Raih Nilai Tertinggi US di Colomadu

Fiya bercerita, dari empat bersaudara, dua di antaranya sudah hafal 30 juz dalam Alquran dan dua saudaranya sedang proses untuk menghafal. Bahkan kedua orangtua Fiya juga proses dalam menghafal Alquran.

Saat masih di pondok pesantren, jadwal untuk hafalan pun terstruktur. Dalam sehari, jadwal untuk hafalan tiga kali yaitu habis subuh, usai ashar dan setelah Magrib.

“Karena pembiasaan di dalam pondok untuk menghafal dan didukung dengan lingkungan di pondok akhirnya bisa menghafal Alquran,” ujarnya.

Setelah lulus dari SMA, Fiya memilih untuk tetap melanjutkan ke Pondok Pesantren supaya tetap bisa menjaga hafalannya.

“Saat SMA banyak kendala dalam menghafal. Kadang bentrok dengan belajar ilmu pengetahuan, karena kalau SMA ingin masuk ke Perguruan Tinggi lewat jalur SNMPTN harus memiliki nilai akademis yang bagus. Sehingga saya harus seimbang,” katanya.

Baca Juga :  Affan Afiq Mukhayyar, Dua Mata Pelajaran Raih Nilai 100

Setelah lulus SMA dan diterima di UNS, Fiya berusaha untuk tetap menjaga hafalannya tersebut. Yaitu bergabung dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Ilmu Quran (IQ). Bahkan Fiya juga memilih untuk tinggal di Pesantren Mahasiswa Putri (Persmi) di Ngoresan,Jebres, Solo.

“Supaya hafalannya tidak lupa ya harus terus dijaga. Yaitu dengan ikut Halaqoh untuk setor hafalan dan juga saat di Persmi jadi imam salat bersama dengan teman-teman yang sama-sama putri, lalu juga dengan mendengarkan murotal,” ujar Fiya.

Fiya berharap dirinya tak hanya sekadar menghafal Alquran melainkan juga mengetahui makna dan tentunya bisa mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Perilaku saya sehari-hari juga harus dijaga. Jangan sampai perilakunya bertentangan dengan isi Alquran,” pungkas Fiya.

Dwi Hastuti

BAGIKAN