Mahasiswa IAIN Surakarta Juara 3 Lomba Film Pendek Kominfo, Dalam Perbedaan Suarakan...

Mahasiswa IAIN Surakarta Juara 3 Lomba Film Pendek Kominfo, Dalam Perbedaan Suarakan Perdamaian

39
Dok Sastra Inggris IAIN Surakarta
JUARA FILM PENDEK–Mahasiswa Sastra Inggris IAIN Surakarta sedang membawa trophy juara tiga dalam lomba film pendek yang diadakan oleh Kominfo, foto beberapa waktu lalu.

Minimnya peralatan tak membuat sekelompok mahasiswa IAIN Surakarta ini menyerah. Dalam waktu hitungan jam dari deadline,  mereka berhasil mengikuti lomba film pendek Kominfo. Dan hasilnya, sungguh membanggakan.

Matahari pagi bersinar terang di Institut Agama Islam Surakarta (IAIN) Surakarta, Minggu (11/6/2017). Sekelompok mahasiswa tengah berkumpul bersama salah satu dosen mereka, Lukfianka Sanjaya.

Mereka berkumpul karena satu alasan yakni merayakan kemenangan atas lomba film pendek yang diselenggarakan oleh Kominfo akhir Mei lalu.

Saat disambangi Joglosemar, salah satu mahasiswa, Reva Alfi Trianto menceritakan lomba film pendek tersebut merupakan lomba konten kreatif dalam rangka menyambut Hari Pancasila. Dengan tema Bhinneka Itu Kita, mereka memberikan judul Biarkan Kami Berbeda.

“Saya dan 11 teman saya menamai klub kami ini Pentaguns, Literatroops. Awalnya emang nggak nyangka banget bisa juara tiga. Karena karya itu kami kumpulkan dua jam sebelum penutupan lomba dan bersaing dengan 1.933 peserta lainnya,” ungkapnya.

Video tersebut berlatar kegelisahan mahasiswa dengan setting di kampus mereka tercinta. Dalam film pendek berdurasi sekitar tiga menit tersebut, Reva dan kawan-kawannya ingin menyampaikan  selaku penerus bangsa, mereka ingin adanya perdamaian di atas segala perbedaan yang ada di Indonesia.

Baca Juga :  Gaji DPRD Sukoharjo Bisa Melonjak Jadi Rp 37 Juta

Menurutnya justru dengan perbedaan itulah, bangsa Indonesia bisa bersatu dengan saling menghormati dan menghargai satu sama lain.

“Kami prihatin atas perpecahan yang terjadi akhir-akhir ini dengan mangatasnamakan perbedaan agama maupun pendapat. Kami pun tidak mau hal tersebut semakin berlarut-larut. Jadi semua yang kami rasakan tertuang di film pendek tersebut,”kata dia.

Meskipun pendek, tak mudah bagi Pentaguns untuk membuat karya yang menghasilkan hadiah sebesar Rp 10 juta tersebut. Mulai dari minimnya peralatan, server yang kerap kali down saat akan mengunggah video ke Youtube dan singkatnya waktu pembuatan film.

Namun, semua itu terbayar lunas saat mereka dipanggil ke Jakarta untuk menjadi nominasi juara dalam lomba tersebut.

“Kami merasa bangga sekali karena karya kami bisa tembus nasional. Kami pun percaya bahwa proses tidak akan mengkhianati hasil dengan diiringi doa. Siapa yang berusaha dan bersungguh-sungguh, dia akan memetik hasilnya,”ucapnya.

Baca Juga :  PILGUB JATENG : Mulai Semarak, DPD LDII Sukoharjo Dukung Wardoyo Maju

Sementara itu, Dosen Sastra Inggris IAIN Surakarta, Lukfianka Sanjaya menambahkan karya yang diangkat mahasiswanya tersebut memang sangat menyentuh. Dengan suku bangsa, pola pikir, agama, ras dan bahasa yang berbeda memang tidak perlu ada paksaan untuk disamakan.

“Saya bangga dengan apa yang telah diraih oleh para mahasiswa. Meski dengan minimnya peralatan, mereka bisa membawa nama kampus ke ranah nasional,” ungkapnya.

Sanjaya mengatakan apa yang dilakukan oleh mahasiswanya tersebut  juga termasuk salah satu visi misi Fakultas Sastra Inggris. Yakni, sebagai rujukan pusat industri kreatif.

Artinya, kekreatifan mahasiswa tidak hanya sebatas untuk dunia perkuliahan saja. Namun juga dikembangkan pembuatan proyek sesuai dengan bakat yang dimiliki.

“Selain pembuatan film pendek pun juga ada cabang konten kreatif lainnya. Seperti penerjemahan, lingusitik dan video profil,”ulasnya.

Dynda Wahyu Wardhani

Advertisements
BAGIKAN