JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Membatik Alquran di Masjid Agung Surakarta, Belum Jadi Tapi Sudah Diminati

Membatik Alquran di Masjid Agung Surakarta, Belum Jadi Tapi Sudah Diminati

37
BAGIKAN
Joglosemar | Kurniawan Arie Wibowo
PEWARNAAN ALQURAN BATIK – Sejumlah santri melakukan pewarnaan pada lukisan salah satu surat Alquran yang dibuat dengan menggunakan teknik batik di Masjid Agung Surakarta, Jumat (16/6). Membatik Alquran tersebut merupakan kerjasama antara Masjid Agung Surakarta dengan Kampung Batik Kauman yang bertujuan untuk mengajak masyarakat belajar membaca dan menulis Alquran.

Terik matahari cukup menyengat pada Jumat (16/6/2017) kemarin.  Walau panas, puluhan santri dari Pondok Pesantren Tahfidz Wa Ta’limil Qur’an (PPTQ) Masjid Agung Surakarta ini tetap melakoni aktivitasnya, membatik Alquran.

Mengambil tempat di bagian depan Masjid Agung, mereka terlihat fokus menyelesaikan membatik. Kali ini, mereka melakukan proses pewarnaan.

Pewarnaan merupakan proses lanjutan sebelumnya pembuatan pola awal dan dipolakan ke atas kain polos berukuran 80 x 100 centimeter dengan cara ngeblat.

“Pewarnaan merupakan lanjutan dari proses pekan pertama dan kedua,” terang pendamping membatik Alquran, Gunawan Setiawan di Pendapa  Masjid Agung Surakarta, Jumat (16/6/2017).

Karya  ini belum sepenuhnya jadi karena masih ada tahapan pelorodan dan finishing. Nantinya setelah benar-benar jadi akan di pamerkan ke masyarakat saat Idul Fitri pekan depan di halaman Masjid Agung Surakarta ataupun Kampung Batik Kauman.

Sebelum dipamerkan, terlebih dahulu akan diserahkan ke tim peneliti atau ahli Alquran untuk mencocokan kebenaran tulisan apakah ada kesalahan atau tidak. “Pekan depan sudah bisa jadi, ini tinggal satu tahapan lagi dan pencocokan tulisan,” kata dia.

Lanjut dia, dengan proses yang hampir selesai ini menandakan jika membatik Alquran itu mudah dikerjakan oleh masyarakat umum.

Ini tidak hanya mudah tapi hasilnya itu indah dan menarik dengan media ayat-ayat suci Alquran. “Ini akan terus dikembangkan dan tidak berhenti sampai ini,” ungkapnya.

Joglosemar | Kurniawan Arie Wibowo
PEWARNAAN ALQURAN BATIK – Sejumlah santri melakukan pewarnaan pada lukisan salah satu surat Alquran yang dibuat dengan menggunakan teknik batik di Masjid Agung Surakarta, Jumat (16/6). Membatik Alquran tersebut merupakan kerjasama antara Masjid Agung Surakarta dengan Kampung Batik Kauman yang bertujuan untuk mengajak masyarakat belajar membaca dan menulis Alquran.

Bahkan banyak masyarakat itu yang datang melihat dan menawar ingin membeli hasil karya ini dengan harga jutaan rupiah.

Jadi ini sudah dapat nilai positif dari masyarakat kendati belum sepenuhnya jadi. Namun karena fokus saat ini untuk syiar Islam maka tawaran tersebut tidak diterima.

“Tadi sudah ada yang tanya ke panitia menawarkan hasil batik Alquran ini dan ingin memiliki. Tapi kami belum memikirkan sampai kesitu, memang ke arah kesana ada tapi belum sekarang karena masih ada tindak lanjutnya,” paparnya.

Ada 11 surat yang ditulis dalam membatik Alquran.  Nantinya dibuat dua, satu untuk duplikasi. Dikatakannya, sebenarnya membatik Alquaran tidak hanya membuat 11 surat. Mengingat ada tenaga dari santri PPTQ Masjid Agung.

“Kita melakukan secara bertahap. Ke depan ada tindak lanjut untuk meneruskannya,” sambungnya.

Joglosemar | Kurniawan Arie Wibowo
PEWARNAAN ALQURAN BATIK – Sejumlah santri melakukan pewarnaan pada kaligrafi Alquran yang dibuat dengan menggunakan teknik batik di Masjid Agung Surakarta, Jumat (16/6). Membatik Alquran tersebut merupakan kerjasama antara Masjid Agung Surakarta dengan Kampung Batik Kauman yang bertujuan untuk mengajak masyarakat belajar membaca dan menulis Alquran.

Ketua Pengurus Masjid Agung Surakarta, Muh. Muhtarom menyatakan hasil karya ini akan dipamerkan saat Lebaran nanti. Diharapakan bisa menjadi daya tarik dan sekaligus untuk wisata religi masyarakat.

“Ini merupakan aset yang harus dikembangkan. Nanti akan tindak lanjut membuat  Asmaul Husna dan membatik Alquran utuh 30 juz,” tandasnya.

Ari Welianto