JOGLOSEMAR.CO Hiburan Wisata Menengok Penangkaran Hewan Langka di Pulau Penyu Tanjung Benoa

Menengok Penangkaran Hewan Langka di Pulau Penyu Tanjung Benoa

54
BAGIKAN
Dua orang wisatawan saat berinteraksi dengan salah satu penyu di TAnjung Benoa, Bali. Foto : Ari Welianto

Pulau Bali tidak hanya dikenal dengan adat dan budayanya saja tapi juga memiliki sejumlah tempat wisata yang indah dan memesona.

Ikuti Jalan-jalan reporter Joglosemar, Ari Welianto  saat menjelajah Pulau Penyu Tanjung Benoa.

Bali dijadikan salah satu destinasi favorit bagi wisatawan domestik atau mancanegara untuk berlibur.

Di sana ada banyak objek wisata yang menarik untuk kunjungi sesuai dengan selera dan keinginannya baik itu yang suka dengan alam pegunungan, budaya khas Bali, pantai ataupun yang lain.

Bahkan, bagi wisatawan yang baru pertama kali datang berlibur ke Bali pasti ingin datang lagi, karena mereka merasa belum puas menikmati keunikan dan keindahannya. Jadi, memutuskan untuk datang lagi sekalian di tempat wisata Bali lainnya.

Salah satu tempat di wisata di Bali, yaitu Pulau Penyu Tanjung Benoa. Di sana, wisatawan bisa melihat langsung hewan langka dan dilindungi Penyu yang berusia ratusan tahun, ada empat jenis penyu, yakni penyu abu, albino, sisik dan alangka.

Para wisatawan saat menikmati perjalanan menuju Pulau Penyu. Foto : Ari Welianto

Pulau ini juga memiliki penangkaran penyu hijau yang dikelola secara swadaya oleh masyarakat Tanjung Benoa, ada juga telur-telur penyu yang jumlahnya ratusan siap menetas.

Untuk masuk di Pulau Penyu wisatawan akan dikenakan biaya masuk, besarannya itu berbeda antara domestik dan mancanegara.

Karena di sana wisatawan tidak hanya melihat langsung tapi juga akan diberi pengetahuan mengenai cara merawat dan memelihara penyu oleh pemandu.

Tidak hanya penyu saja yang ada, tapi ada juga hewan lain yang termasuk dilindungi. Itu seperti iguana, ular, burung hantu, burung elang, burung kakak tua, kelelawar ataupun monyet. Wisatawan jangan lupa bisa mengabadikan aktivitasnya, bahkan bisa foto bareng dengan hewan yang ada di sana.

“Total penyunya itu ada sekitar 50-an ekor baik yang besar dan kecil. Kalau telurnya itu ada ratusan dan akan menetas,” ujar pemandu Pulau Penyu, Lingga Pratama belum lama ini.

wisatawan saat berinteraksi dengan salah satu penyu di TAnjung Benoa, Bali. Foto : Ari Welianto

Ini tidak hanya untuk wisatawan saja tapi juga dipakai penelitian. Diakuinya, wisatawan yang datang ke sini kebanyakan dari domestik sekitar 75 persen sedangkan mancanegara ada 25 persen. “Satu hari bisa ada sekitar 200-an lebih pengunjung yang datang,” imbuhnya.

Untuk menuju Pulau Penyu, wisatawan harus naik glass bottom boat atau jenis perahu dengan kapasitas 10 orang dengan bagian tengahnya terbuat dari kaca tembus pandang.

Dalam perjalanan perahu akan berhenti sejenak sekitar 20 menit dan wisatawan bisa menikmati bawah laut tanpa harus menyelam dan memberi makan ikan warna-warni dengan roti yang sudah disediakan oleh pemandu. Hanya butuh waktu sekitar 15 menit dengan menggunakan perahu untuk menuju Pulau Penyu.

wisatawan saat berinteraksi dengan salah satu penyu di TAnjung Benoa, Bali. Foto : Ari Welianto

Pulau Penyu Tanjung Benoa itu berada di wilayah Kecamatan Kutai Selatan, Kabupaten Badung.  Untuk menuju ke Tanjung Benoa dari Bandara Ngurah Rai, wisatawan akan melewati Jalan Nusa Dua kemudian melintasi Jalan Tol Bali Mandara.

Dalam perjalanan di atas jalan tol yang dibangun di atas laut wisatawan akan disuguhi dengan pemandangan indah, di mana akan melihat hutan mangrove dan hamparan luas lautan ditambah bentuk jalan tol juga bagus.

Jika enggan ke Pulau Penyu, wisatawan bisa menikmati pantai di Tanjung Benoanya. Di mana bisa beraktivitas olahraga air, seperti jetsky, banana boat, parasailing, water sky, scuba diving, snorkeling, canoeing, flying fish, glass bottom hingga seawalker. Bahkan, atraksi memacu adrenalin yaitu fly board.