JOGLOSEMAR.CO Lifestyle Kuliner Mengintip Bisnis Menjanjikan Jelang Lebaran, Mampu Raup Untung Puluhan Juta

Mengintip Bisnis Menjanjikan Jelang Lebaran, Mampu Raup Untung Puluhan Juta

152
BAGIKAN
Joglosemar | Kurniawan Arie Wibowo
RAUP REJEKI LEBARAN – Pekerja menata kue kering di Livia Cookies Nusukan, Banjarsari, Surakarta, Selasa (13/6). Menjelang lebaran, bisnis kue kering mendatangkan omzet hingga puluhan juta rupiah.

Kue kering menjadi komoditas yang tidak pernah absen mewarnai Ramadan dan Lebaran. Peminatnya pun setiap tahun terus bertambah, sehingga membuat usaha yang tergolong musiman ini mendatangkan banyak keuntungan.

Maka tak mengherankan, produsen kue kering di Solo, salah satunya Livia Cookies meraup berkah hingga puluhan juta.

Dengan suasana produksi yang hommy, puluhan toples kue kering berbagai varian terproses dengan detail dan higienis. Vidi Dewayani pemilik Livia Cookies mengatakan setiap harinya minimal dapat memproduksi 50 toples besar kue kering.

“Livia Corner memproduksi 12 varian kue, dan yang paling banyak diminati yakni seperti kastengel, nastar, dan lidah kucing,” ujarnya kepada wartawan saat ditemui di tempat produksinya, Selasa (13/6/2017).

Di tempat produksinya yang telah berdiri 17 tahun ini, lanjut Vidi, dapat memproduksi minimal 50 toples besar kue kering, bahkan dalam waktu 1 bulan mampu menghasilkan 1.000 toples.

Pembelinya pun beragam mulai dari masyarakat biasa hingga dari kantor-kantor selain itu berasal dari Surakarta dan Jakarta.

“Banyak pelanggan lama yang masih setia dengan kue kering saya ini, namun pelanggan baru juga banyak, seharusnya last order pada 11 Juni 2017 lalu, namun sampai saat ini pembeli masih banyak ” jelasnya.

Joglosemar | Kurniawan Arie Wibowo
RAUP REJEKI LEBARAN – Pekerja menata kue kering di Livia Cookies Nusukan, Banjarsari, Surakarta, Selasa (13/6). Menjelang lebaran, bisnis kue kering mendatangkan omzet hingga puluhan juta rupiah.

Bertahan hingga belasam tahun memang bukan perkara mudah bagi sebuah usaha. Vidi mengaku salah satu kunci untuk mempertahankan usahanya yakin dengan mempertahankan cita rasa serta kualitas produknya.

“Kuantitas memang perlu namun kualitas lebih penting sehingga pelanggan tetap percaya dengan produk kita,” jelasnya.

Mempertahankan kualitas tersebut salah satunya yakni memproses selai isi nastar secara mandiri mulai dari pengupasan nanas, hingga menjadi selai yang membutuhkan waktu 1 hari lamanya. Kualitas menjadikan branding Livia Cookies semakin baik.

Joglosemar | Kurniawan Arie Wibowo
RAUP REJEKI LEBARAN – Pekerja menata kue kering di Livia Cookies Nusukan, Banjarsari, Surakarta, Selasa (13/6). Menjelang lebaran, bisnis kue kering mendatangkan omzet hingga puluhan juta rupiah.

Dalam persiapan Lebaran diprediksi pembeli akan mulai ramai saat H-3 Lebaran. Vidi dibantu dengan 7 karyawan sibuk memenuhi permintaan pembeli setiap harinya. Selain permintaan lokal juga untuk dikirim ke luar kota.

“Produk saya ini fresh from the oven sehingga ketika jadi harus segera dikirim, tanpa bahan pengawet juga apabila dikirim dilengkapi dengan silika gel untuk mempertahankan kualitas. Walaupun begitu sebenarnya kue kering ini dapat bertahan hingga maksimal 3 bulan,” jelasnya.

Harga kue kering Livia cookies pun beragam untuk toples kecil 200 – 250 gram dihargai Rp 58.000, dan toples besar 300 – 500 gram dihargai Rp 70.000. Adapun paket parcel yang disesuaikan dengan budget pembeli.

“Kualitas selalu nomer satu dan walaupun industri rumahan namun dalam waktu 1 bulan dapat menghasilkan omzet puluhan juta. Sehingga setiap tahun terus memperhatikan kualitas,” tutupnya.

Garudea Prabawati