Musim Pendaftaran Sekolah Marak Pindah Kartu Keluarga, Begini Kata Dinas Kependudukan

Musim Pendaftaran Sekolah Marak Pindah Kartu Keluarga, Begini Kata Dinas Kependudukan

127
Joglosemar | Kurniawan Arie Wibowo
PPDB ONLINE – Seorang siswa dibantu petugas mengisikan data melalui komputer saat melakukan pendaftaran sekolah melalui sistem PPDB Online di SMK Negeri 2 Surakarta, Senin (12/5). Sebanyak 364 SMA dan 231 SMK di Jawa Tengah secara serentak menggelar PPDB Online tahun 2017 mulai 11 Juni hingga 14 Juni mendatang.

SOLO – Pembatasan kuota peserta didik dari luar kota ternyata tidak membendung keinginan untuk bersekolah di Kota Solo. Sejumlah sekolah negeri yang dinilai berkualitas unggul tetap menjadi primadona.

Dalam Petunjuk Teknis (juknis) Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang PAUD/TK, SD, dan SMP Kota surakarta tahun 2015 kuota pendaftar dari luar kota dibagi dalam empat kategori.

Beberapa sekolah dimasukkan dalam kategori yang mendapatkan  kuota siswa luar kota mulai dari 5, 10, 20 persen hingga tidak ada pembatasan pendaftar dari luar kota di sekolah tertentu.

Meskipun aturan tersebut tampak memperkecil peluang peserta didik dari luar kota, kenyataannya aturan tersebut masih bisa disiasati. Para orangtua berani melakukan ‘aksi nekat’, memindahkan status kependudukan anaknya dengan cara dimasukkan ke dalam KK sanak keluarga bahkan orang lain. Bahkan hal ini marak terjadi jelang penerimaan peserta didik baru.

Baca Juga :  Sejumlah SMK di Solo Masih Kurang Siswa

“Dari data pindah datang banyak yang datang dalam arti pindah status kependudukan menjadi warga Solo. Biasanya terjadi saat musim sekolah, tahun lalu bahkan melonjak sangat signifikan,” Kabid Pendaftaran Kependudukan Dispendukcapil kota Surakarta Ing Ratno kepada Joglosemar, Selasa (13/6/2017) di ruang kerjanya.

Namun demikian, hal tersebut tidak dilarang. Bahkan belum ada aturan yang mengategorikan tindakan tersebut sebagai bentuk pelanggaran. Terlebih pindah kependudukan merupakan hak kewarganegaraan.

Baca Juga :  Ismail Dibekuk karena Edarkan Sabu

Namun demikian, ada persyaratan administratif yang harus dipenuhi. Antara lain, mengisi dokumen pindah penduduk atau yang dikenal dengan Surat Keterangan Pindah Warga Negara Indonesia (SKPWNI).

Dokumen ini harus diurus mulai dari RT,RW,lurah, camat, hingga Dispendukcapil daerah asal. Setelah itu pemohon mendaftarkan kependudukannya ke Dispendukcapil Kota Surakarta.

“Di Solo ini kami buat kebijakan tambahan, harus ada penyataan bahwa pemohon telah diterima oleh masyarakat pada lokasi domisili yang dituju.  Pernyataan ini harus ditandatangani sekurang kurangnya dua saksi, dan ditandatangani RT,RW, lurah hingga camat. Tapi aturan harus sudah tinggal dalam jangka waktu tertentu sebab perubahan KK dapat dilakukan kapan pun,” jelasnya.

1
2
BAGIKAN