JOGLOSEMAR.CO Daerah Klaten Nilai Ujian Jelek, Orang Tua Marah-marah, Siswi di Klaten Ini Pilih Gantung...

Nilai Ujian Jelek, Orang Tua Marah-marah, Siswi di Klaten Ini Pilih Gantung Diri

382
BAGIKAN
ilustrasi

KLATEN – Seorang siswi SMPN 2 Manisrenggo memilih mengakhiri hidupnya akibat nilai ujiannya yang jelek, Jumat (2/6).

Siswi kelas IX dengan inisial BDH (15) mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri usai dimarahi ibunya karena nilai ujian yang tidak sesuai harapan.

Tubuh siswi warga Dukuh Tegalasono RT 07 RW 03 Desa Kebondalem Lor Kecamatan Prambanan itu ditemukan oleh kakak kandungnya, Aisyah Rina Pertiwi.

Menurut saksi, kronologis kejadian bermula pada pukul 11.30 WIB saat ibu korban, Nurhayati pulang ke rumah setelah mengambil nilai kelulusan korban dari sekolahnya.

Sesampainya di rumah, Nurhayati memarahi korban karena nilainya tidak bagus. Setelah itu, Nurhayati pergi ke masjid untuk salat dhuhur dan meninggalkan korban bersama kakaknya.

“Perkiraan kakaknya, korban masuk ke dalam kamar mandi dan ditunggu. Namun lama korban tak keluar kemudian menengok korban ke belakang. Dan kakak korban mendapati adiknya sudah gantung diri dengan kain kerudung warna merah jambu disambung kain kerudung lain warna hijau yang diikatkan ke kayu blandar dapur rumah. Korban ditemukan dalam kondisi leher terjerat kain dan kaki menggantung dari lantai sekitar 30 sentimeter,” ungkap Kapolres Klaten, AKBP Muhammad Darwis.

Dia menyebutkan, tubuh korban kemudian dibawa ke RSI Manisrenggo untuk dilakukan pemeriksaan. Bahkan ketika sampai di rumah, tubuh korban juga diperiksa oleh bidan desa.

“Tidak ada tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban. Atas kejadian itu, kepada seluruh orang tua untuk selalu memperhatikan perkembangan anak. Jangan hanya diserahkan ke sekolah dan si anak. Orang tua juga harus bertanggung jawab mencarikan solusi jika anak punya masalah. Jangan hanya menuntut anak mendapatkan nilai bagus,” tandasnya.

Triawati Prihatsari Purwanto