Pencabulan Siswi SMK Sragen. Kapolres: 1 Trilyun Kali Dicabut Pun, Tak Akan...

Pencabulan Siswi SMK Sragen. Kapolres: 1 Trilyun Kali Dicabut Pun, Tak Akan Bisa!

1837
AKBP Ade Sjafri Simanjuntak. Joglosemar/Wardoyo

KARANGANYAR– POlres Karanganyar memastikan berkas perkara kasus pencabulan terhadap siswi kelas 1 SMK asal Kedawung, Sragen, berinisial RA (16) oleh BG (32), warga Kaliwuluh, Kebakkramat, Karanganyar, sudah lengkap dan segera dilimpahkan. Pihak kerabat korban diminta tidak takut atau goyah dengan ancaman keluarga pelaku lantaran penanganan kasus itu terus dilanjutkan.

Penegasan itu disampaikan Kapolres Karanganyar, AKBP Ade Sjafri Simanjuntak, Selasa (13/6/2017). Kepada Joglosemar, ia mengungkapkan perkara itu sudah ditangani oleh unit pelayanan perempuan dan anak (PPA) Reskrim dan pemberkasan sudah dinyatakan lengkap. Menurutnya, berkas dijadwalkan akan dikirim tahap pertama ke Kejaksaan Negeri (Kejari) pada Kamis (15/6/2017) mendatang.

“Proses penyidikan untuk pemeriksaan saksi-saksi sudah lengkap, hasil visum juga sudah keluar. Rencananya Kamis akan kami kirim tahap pertama,” paparnya kemarin.

Baca Juga :  Organda Karanganyar Ingatkan Pengusaha Bus Soal Persiapan Ini

AKBP Ade Sjafri menjelaskan penanganan kasus tersebut tetap berjalan dan pihaknya konsisten untuk mempercepat agar segera tuntas. Ia juga menegaskan bahwa kasus tersebut bukan delik aduan sehingga tidak akan bisa serta merta dihentikan sekalipun laporannya dicabut.

Karenanya, pihak korban dan keluarganya diminta tidak terpengaruh apabila mendapat desakan ataupun ancaman dari kerabat tersangka yang dilaporkan sempat mempresur agar laporan dicabut. Bahkan, ia menekankan berapapun banyaknya upaya pencabutan, tak akan mampu menghentikan proses perkara itu.

“Mau 1 trilyun kali dicabut, sama sekali nggak akan menghentikan perkara dan menghapus pidananya. Karena ini adalah delik murni atau delik absolut,” tandasnya.

Baca Juga :  Jelang PPDB SMP, Dewan Kebanjiran Aduan SKTM. Benarkah Marak SKTM Fiktif?

Ia menambahkan untuk tersangka BG, juga sudah dititipkan di LP Surakarta. Kapolres juga menyayangkan adanya informasi terkait upaya mengarah intimidasi terhadap keluarga korban tersebut. Menurutnya, seharusnya tidak boleh ada aksi premanisme karena tindakan mengancam itu bisa dijerat dengan pasal 335 KUHP dan pelakunya bisa ditahan.

Seperti diberitakan, RA yang sebenarnya siswi pendiam itu, saat ini terpaksa harus berhenti sekolah akibat mengandung 7 bulan buah dari aksi bejat BG yang mencabulinya sejak medio 2016 lalu.

BG yang mengaku bujang padahal sudah punya anak istri itu membujuk korban lewat facebook (FB) dan kemudian mencabuli siswi itu sebanyak empat kali semuanya di wilayah Karanganyar. Wardoyo

BAGIKAN