JOGLOSEMAR.CO Lifestyle Persiapan Sambut Hari Raya, Budget Jangan Lebihi Jumlah THR

Persiapan Sambut Hari Raya, Budget Jangan Lebihi Jumlah THR

51
BAGIKAN
ilustrasi

Para pegawai mungkin bisa berlega hati karena Tunjangan Hari Raya (THR) sudah diterima. Namun agar pengeluaran tidak jebol, THR yang diterima perlu dikelola dengan baik. Jangan sampai, uang gajian ikut “dimakan.”

Seperti yang dialami Anti (30), warga Gading, Solo. Uang THR yang dia terima kerap kali “lenyap” tak tersisa. Padahal, dia dan suaminya sudah berusaha menulis semua keperluan dan berusaha agar tidak keluar dari budget. Namun, tetap saja, dia harus tombok. Uang tabungannya juga kerap tergerus.

“Biasanya saya ikut tabungan di PKK lingkungan kampung. Nanti bukanya pas Lebaran. Itu cukup membantu. Soalnya kalau cuma ngandelin uang THR nggak akan cukup,” kata wanita yang bekerja di sebuah toko elektronik ini.

Dia merinci, kebutuhan yang tidak bisa ditinggalkan yaitu untuk membeli kue-kue Lebaran, baju baru untuk anak-anak, dan kebutuhan untuk sodaqoh  serta zakat. Belum lagi, budget untuk mudik, yang menyita hampir separo dari jatah THR.

Sementara itu, Perencana Keuangan   Eko Endarto berbagi tips agar THR dapat digunakan secara maksimal tanpa menyebabkan kebobolan usai momen hari raya.

Menurut Eko, THR memang sengaja diberikan setiap perusahaan atau instansi kepada pegawainya sebagai bekal untuk memenuhi kebutuhan di Hari Raya. Sehingga, tidak salah jika THR dihabiskan untuk memaksimalkan Hari Raya.

Apalagi beberapa faktor membuat kebutuhan menjelang hari raya cenderung membengkak. Seperti halnya harga bahan pokok, kebutuhan mudik, hingga keperluan berbagi (zakat dan sedekah).

“THR itu berbeda sama bonus jadi memang penggunaan THR memang harus dihabiskan. Karena pada saat Lebaran harga-harga naik dan kebutuhan hidup kita bertambah, karena adanya hari besar. Maka bisa menjaga pengeluaran tidak melebihi THR sudah bagus sekali,” ungkap Eko, baru-baru ini.

Kendati demikian, untuk menghindari pengeluaran agar tidak membeludak, maka diakui Eko, sedianya seseorang membatasi pengeluaran sesuai dengan prioritasnya.

“Jadi intinya adalah batasi pengeluaran hanya sampai dengan jumlah THR yang kita dapatkan. Usahakan mengeluarkan sesuai dengan prioritasnya. Setiap orang memiliki prioritas yang berbeda-beda. Tergantung dia lebarannya seperti apa,” jelasnya.

Namun, jika ingin menghadapi Lebaran dengan tujuan konsumtif, akan lebih baik jika seseorang tidak mengeluarkan melebihi budget dari THR yang diterima.

Begitupun pada para pegawai yang menerima THR dan Gaji dalam waktu bersamaan. Dengan demikian kegiatan konsumtif tidak dilakukan melebihi 50persen dari gaji dan THR yang diperoleh.

“Karena harapannya, sisa nanti digunakan untuk menghidupi di bulan berikutnya. Karena yang kerap terjadi, THR dan gajian kadang kala disatukan. Bisa jadi waktunya cukup panjang ke gajian pada bulan berikutnya,” lanjutnya.

#Amrih Rahayu | Detik