Posting Cek Pembangunan Tol, Instagram Ganjar Pranowo Kembali Diserbu Ribuan Pertanyaan PPDB

Posting Cek Pembangunan Tol, Instagram Ganjar Pranowo Kembali Diserbu Ribuan Pertanyaan PPDB

314
Instagram Ganjar PRanowo yang dibanjiri komentar terkait PPDB Online 2017. Foto : Instagram

SOLO – Kekesalan para siswa terhadap proses Penerimaan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) Online 2017 belum juga berhenti. Lagi-lagi, instagram Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo diserbu ribuan pertanyaan soal PPDB.

Ribuan komentar yang membanjiri postingan Ganjar mulai muncul Senin (19/6/2017) lalu. Saat menunjukkan foto bersama salah satu murid SLB Anugerah Colomadu, postingan Ganjar diserbu ribuan netizen yang mayoritas pelajar.

Rabu (14/6/2017) kemarin, Ganjar pun mencoba untuk me-repost postingan instagram Humas Jateng soal layanan pengaduan PPDB Jateng.

Dan lagi-lagi, postingan tersebut bahkan tembus angka 11.800 komentar. Hari ini (15/6/2017), tak kurang seribu komentar sudah membanjiri postingan instagram Ganjar saat mengecek pembangunan tol di Pemalang.

Mayoritas dari mereka kesal karena sistim PPDB yang dinilai tak adil, terutama soal penambahan nilai anak guru, siswa warga miskin dan pengguna surat keterangan tidak mampu (SKTM). Salah satu netizen, yuanita_selly curhat tentang perjuangannya selama tiga tahun agar meraih nilai maksimal, akhirnya kalah dengan pemilik SKTM.

Pak bukan cuma saya yang mangkel sama peraturan ppdb tahun ini, orang tua saya juga. Buat apa sekolah 3 tahun selama smp, udah cape, les sore waktu kelas 9 dan mendapat nem tinggi kalau akhirnya kalah sama yg punya sktm,” tulus yuanita_selly.

Baca Juga :  Jelang PPDB SMP, Dewan Kebanjiran Aduan SKTM. Benarkah Marak SKTM Fiktif?

Hal sama pun diutarakan Mulyanti Eka Sari. “Gara* kyk gini nih pendidikan di indonesia ngk ada kemajuan. siswa gakin yg punya KIP dgn nem rendah ketrima di SMAN favorit, sedangkan siswa biasa yg memiliki nem tinggi dan berprestasi ngk bisa msk SMAN favorit dan kalah saing sama yg gakin. Sistemnya yg adil donk, jgn membedakan siswa mampu dan yg tidak mampu.”

Cuman yang miskin yang bisa menangin sekolah favorite? kasian buat yang tinggal di kabupaten yang sekolah negrinya terbatas, padahal nemnya JAUH LEBIH TINGGI tapi kenapa kesingkir sama yang miskin. ic, sekarang keknya cuman yg punya SKTM doang yang bisa menguasai pendaftaran sekolah, entah itu miskin beneran apa gak. sori buat pengguna SKTM ga bermaksud nyindir, eh tapi harusnya kalo pake SKTM gapunya hape android sih harusnya, ngapain pake kesindir,” tulis pramesthidianapa.

Jujur rayon sangat menyusahkan anak kabupaten pak. Ditambah lagi adanya sktm yg punya nilai tambahan tinggi. Kami anak kabupaten yg punya prestasi dgn nem tinggi dengan mudahnya dikalahkan sistem rayonisasi dan sktm bahkan ada sktm yg palsu. Tolonglah sistem pendaftaran sma biasa pakai nem seperti tahun2 sebelumnya pak,” tulis reviaptr_.

Baca Juga :  Pengumuman PPDB Online Sragen: Area Gemolong Sempat Trouble. Berikut Ringkasan Pengumuman SMP Negeri Favorit di Sragen

Yang nemnya rendah terus masuk sekolah favorit karena SKTM malah kasihan pak, kan di sekolah favorit pasti saingannya pinter**nanti malah gk bisa ngikuti pelajaran,masak di daerah saya nem 19 harus bersaing dengan 38, 39,” tulis nami_ah338.

Ganjar sendiri memang tak membalas satu per satu postingan tersebut. Hanya saja, dia mengakui ada banyak keluhan terkait kuota 20 persen untuk siswa miskin pada PPDB 2017. Ia pun mendapat laporan adanya penggunaan SKTM palsu agar bisa masuk kuota tersebut.

“Komplain yang banyak masuk soal kuota 20 persen (untuk siswa tidak mampu). Itu pelaksanaan Permendikbud Nomor 17 Tahun 2017. Memang memerintahkan minimal 20 persen,” kata Ganjar, Rabu (14/6/2017).

Keluhan yang masuk, lanjut Ganjar, ada siswa yang dari kalangan berada mengaku tidak mampu bahkan disertai SKTM. Ganjar menjelaskan jika memang ada hal demikian maka calon siswa justru akan dicoret dari daftar dan orangtua bisa berurusan dengan hukum terkait kepemilikan SKTM.

“Hari ini banyak komplain dikarenakan ada oknum yang merasa miskin sehingga cari-cari SKTM. Dari Pemerintah menjelaskan kalau ada seperti itu, dicoret. Penegak hukum juga ikut, karena berarti ada pemalsuan, ya masuknya pidana,” tandas Ganjar.

Nofik Lukman Hakim | Dwi Hastuti | Kiki DS | Detik

BAGIKAN