JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Pendidikan PPDB SMA/SMK Online, Pihak SMP Tak Bisa Daftarkan Lulusannya Secara Kolektif

PPDB SMA/SMK Online, Pihak SMP Tak Bisa Daftarkan Lulusannya Secara Kolektif

194
BAGIKAN
Joglosemar |Dok
PENDAFTARAN PPDB–Sejumlah siswa tengah antre mendaftar PPDB di SMAN 1 Boyolali, tahun lalu.

SOLO – Pelaksanaan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) untuk jenjang SMA/SMK dimulai pada Minggu (11/6/2017) hingga Rabu (14/6/2017) besok dengan menggunakan sistem online baik untuk pendaftar reguler maupun untuk Keluarga Miskin (Gakin).

Hal ini membuat sekolah asal dalam hal ini SMP tidak lagi bisa mendaftarkan siswa Gakinnya secara kolektif dan offline.

Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surakarta, Unggul Sudarmo mengatakan mulai tahun ini, PPDB SMAN/SMKN pengelolaannya berada di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah.

Sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) No. 9/2017 Tentang PPDB SMAN dan SMKN di Jawa Tengah, yang salah satunya mengatur tentang PPDB tersebut dengan sistem online.

“Memang sebelumnya, Pak Wali (walikota-red)  melayangkan Surat Edaran (SE) yang ditujukan tidak hanya kepada SMP-SMP negeri, melainkan juga SMAN/SMKN di Kota Solo. Selain meminta agar kuota siswa Gakin di masing-masing sekolah minimal 30 persen, Walikota juga meminta agar PPDB khusus siswa Gakin dapat difasilitasi secara offline. Namun karena permohonan untuk mengubah Pergub tidak bisa, maka pelaksanaan PPDB SMAN/SMKN harus sesuai dengan Pergub yaitu dengan sistem online,” ujar Unggul, Jumat (9/6/2017).

Sehingga bagi para lulusan SMP di Solo yang akan melanjutkan ke SMAN/SMKN, dipersilakan untuk mendaftarkan diri sesuai mekanisme yang telah diatur dalam Pergub tersebut. Bagi siswa dari Gakin, saat ini pihak sekolah sudah tidak bisa lagi mendaftarkan secara kolektif.

“Ya mendaftarnya sendiri-sendiri, termasuk siswa Gakin, tidak didaftarkan secara kolektif oleh sekolahnya,” imbuh Unggul.

Meski demikian, dari Disdik Kota Surakarta mempersilakan kepada SMP-SMP yang ingin membantu lulusannya  untuk mendaftarkan diri ke SMAN/SMKN.

Sebab dikhawatirkan ada siswa dari Gakin dan orangtuanya tidak paham bagaimana cara melakukan PPDB Online.

“Silakan bagi sekolah yang memang mampu dan bersedia membantu atau memfasilitasi siswa-siswinya, dikhawatirkan ada yang bingung,” tambah Unggul.

Sementara itu, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kota Surakarta, Joko Slameto, menambahkan pihaknya juga menyampaikan kepada teman-teman Kepala SMP agar menginformasikan kepada siswa dan orangtua siswa, khususnya siswa Gakin, bahwa tidak ada pendaftaran secara kolektif oleh sekolah, melainkan harus mendaftarkan diri secara online ke sekolah tujuan.

“Sudah kami beritahu supaya para Kepala sekolah menginfokan hal tersebut mengingat PPDB SMA/SMK tinggal besok,” terang Joko.

Dwi Hastuti