Proyek Ditinggal Rekanan. DPRD Sragen: Nggak Hanya Warga, Bupati Juga di-PHP!

Proyek Ditinggal Rekanan. DPRD Sragen: Nggak Hanya Warga, Bupati Juga di-PHP!

3697
JADI PETAKA- Ketua DPRD Sragen, Bambang Samekto didampingi anggota DPRD asal Plupuh, Sutimin, saat mengecek lokasi pengecoran perdana di jalur Gentan Banaran yang mangkrak selepas diresmikan bupati dan kini malah jadi petaka karena mengganggu akses jalan, Selasa (13/6/2017). Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN– Mandegnya pengerjaan proyek pengecoran jalan Gentan Banaran-Karang di Plupuh sejak sebulan peletakan batu pertama, terus mengundang kecaman. Tak hanya warga yang kecewa, DPRD pun juga memprihatinkan kemandegan proyek yang dinilai telah memberi harapan palsu (PHP) untuk warga dan pemerintah.

Hal itu terungkap ketika dilakukan inspeksi mendadak (sidak) oleh Ketua DPRD, Bambang Samekto dan anggota DPRD dari Plupuh, Sutimin Keling, di lokasi proyek yang dimenangkan PT Tawakal Tsani Makmur, Purworejo itu Selasa (13/6/2017).

Bambang yang kemarin mendapat banyak aduan dari warga sekitar, menyayangkan mandegnya proyek jalan sepanjang 2,4 kilometer beranggaran Rp 3,6 miliar yang sebulan mandeg tanpa kejelasan tersebut. Menurutnya, hal itu juga dinilai kian menunjukkan ketidakprofesionalan Dinas Pekerjaan Umum dan Permukiman Rakyat (DPUPR) lantaran hingga kini polemik lelang 30 paket jalan juga tak kunjung usai.

Baca Juga :  Malam Bulan Bung Karno, Ketua DPRD Sragen Mendadak Kumpulkan Politisi Senior hingga Nasionalis Muda

“Apapun alasannya, ini sudah tidak benar. Setelah peletakan pertama mestinya segera dikebut, kok malah ditinggal dan tidak digarap. Kalau begini, nggak hanya warga, saya juga kasihan dengan bupati karena telah di-PHP rekanan pelaksana,” paparnya di sela sidak.

Anggota DPRD asal Plupuh, Sutimin mengakui mandegnya pengecoran yang berdampak membuat DPRD terutama dirinya yang berdomisili di desa setempat, akhirnya turut menjadi sasaran warga. Akibat timbunan cor yang mangkrak itu, juga malah menggangu akses karena hampir setengah bulan sejak diresmikan, jalan terpaksa harus ditutup.

Karenanya, mewakili masyarakat, pihaknya juga mendesak rekanan segera bertanggungjawab mempercepat pekerjaan jalan.

“Masyarakat sudah jenuh dengan jalan yang jelek bertahun-tahun. Terus terang kami juga dikejar-kejar masyarakat. Dianggap DPRD nggak bisa kerja. Karena masyarakat nggak tahu kalau yang ngerjakan rekanan. Mereka mesti sasarannya DPRD wilayah dan bupati,” tukasnya.

Baca Juga :  Kepergok "Ayomi" Istri Warga, Oknum Polisi di Polres Sragen Dilaporkan Mabes Polri dan Polda Jateng

Kadus Gentan Banaran, Budiyanto mengungkapkan mandegnya jalan telah memicu kekecewaan karena harapan segera menikmati jalan harus tertunda. Padahal menurutnya kehadiran bupati saat melakukan peletakan batu pertama sebulan silam, sempat membersitkan harapan dan menyenangkan warga yang sudah lama merindukan perbaikan jalan antar kecamatan itu.

“Masyarakat banyak yang ngrasani. Dulu sudah sempat senang jarene bupati jalane arep ndang didandani, nggak tahunya sampai sekarang nggak dilanjutke. Bahkan kemarin malah sempat mau didongkel itu cornya,” papar Modin Desa Gentan Banaran, Paino Nur Arifin kemarin. Wardoyo

BAGIKAN