JOGLOSEMAR.CO Sport Sport Internasional Roy Larner, Suporter Millwall Penghadang Tiga Pelaku Teror di London

Roy Larner, Suporter Millwall Penghadang Tiga Pelaku Teror di London

45
BAGIKAN
Sebuah media lokal London yang memuat aksi seorang suporter Millwall mengadang tiga pelaku teror di London, Sabtu (3/6/2017) malam waktu setempat. Foto : Facebook Millwall F.C

LONDON – “Fu** You, I’m Millwall”..begitulah teriakkan Roy Larner saat bertarung melawan tiga pelaku teror di London, Sabtu (3/6/2017) malam waktu setempat. Tanpa membawa senjata apapun, dia dengan beraninya melawan tiga orang berbekal pisau.

Keberanian suporter berusia 47 tahun itu kini menuai pujian. Walaupun dua tusukan mendarat di tubuh dan bagian leher, dia tak pernah menyesal melakukan perlawanan terhadap tiga pelaku teroris di Black and Blue Steakhouse.

Sebuah penghargaan pun kini didapatnya. Medali George Cross diberikan untuk Larner atas aksi heroiknya dan klub sepakbola Millwall menyanjung pria tersebut dengan mengatakan “keberanian yang luar biasa” seperti dilansir Independent.

“Millwall FC memuji Roy Larner atas keberaniannya yang luar biasa dalam keadaan yang sangat menegangkan dan untuk semua masyarakat yang membantu menyelamatkan orang-orang disekitar” jurubicara klub mengatakan pada Independent.

“Pujian itu juga ditujukan pada layanan darurat kita yang luar biasa yang membuktikan sekali lagi bahwa mereka merupakan aset untuk melindungi publik dari tindak kejahatan.”

“Millwall bersama dengan semua klub sepakbola lainnya dan organisasi untuk memberikan dukungan pada mereka yang menjadi korban serangan pada sabtu malam (3/6/2017).”

Aksi dari Larner secara luas di puji di media sosial dimana dia di juluki sebagai “The Lion of London Bridge” (Si singa dari London Bridge) mengacu pada julukan Millwall yaitu “The Lions”

Fans dari klub sepakbola London selatan ini telah lama membanggakan diri mereka pada penolakan mereka untuk bertarung, merayakan reputasi mereka yang mengintimidasi dengan sebuah chant: “No-one likes us, we don’t care.” (“Tidak ada yang seperti kita, kita tidak peduli”)

Sandi Lathunusa