Satnarkoba Polresta Ringkus Mantan Polisi Jadi Pengedar Sabu

Satnarkoba Polresta Ringkus Mantan Polisi Jadi Pengedar Sabu

196
ilustrasi

SOLO – Seorang mantan anggota polisi harus berurusan dengan tim Satnarkoba Polresta Surakarta karena menggunakan dan mengedarkan narkoba jenis sabu.

Mantan anggota polisi yang pernah bertugas di Polres Boyolali, Brigadir GHY (35) berhasil ditangkap jajaran Satnarkoba Polresta Surakarta dengan barang bukti sabu seberat 17 gram.

Kapolresta Surakarta, AKBP Ribut Hari Wibowo mengungkapkan, Gatot yang telah dipecat dari satuannya tersebut diringkus petugas di rumahnya, Kartasura Sukoharjo, dengan barang bukti sabu yang telah dikemas menjadi beberapa paket siap edar.

“Sabu seberat 17 gram yang disita dari rumah tersangka diperoleh dari seorang bandar sabu yang diyakini masih mendekam di Lapas Yogyakarta. Informasi tersebut kami peroleh berdasarkan pengakuan tersangka. Dan kami masih mengembangkannya,” ungkapnya, Senin (5/6/2017) di Mapolresta Surakarta.

Sebelum menangkap Gatot, lanjut Kapolresta, anggota Satnarkoba lebih dahulu meringkus Eko Lanjar (38), pengguna sabu, di mana sabu yang dikonsumsi Eko r diperoleh dari Gatot. Eko dibekuk di depan mini market Alfamart di wilayah Serengan, Minggu (4/6/2017) malam.

“Dari tersangka itulah, tim Satnarkoba kemudian meringkus Gatot di rumahnya di wilayah Kartasura. Kami meyakini jaringan narkoba ini masih ada yang di atas Gatot sebagai bandar. Hal inilah yang sedang kami kembangkan,” tandasnya.

Sementara itu, Gatot mengaku dikeluarkan sebagai anggota Polri karena masalah yang sama. Selain dipecat saat berpangkat bintara, Gatot juga ditahan untuk menjalani proses hukum atas tindak kejahatan penyalahgunaan narkoba.

Sabu seberat 17 gram didapat Gatot dari napi yang masih menghuni di Lapas Yogyakarta dengan harga murah dan dijual dengan harga Rp 1,1 juta setiap satu gramnya.

#Triawati Prihatsari Purwanto

Advertisements
BAGIKAN