Tragis, Sudah Dicabuli Hingga Hamil, Siswi SMK asal Sragen Ini Masih Diancam..

Tragis, Sudah Dicabuli Hingga Hamil, Siswi SMK asal Sragen Ini Masih Diancam..

6157
Petugas kepolisian saat mengamankan pelaku pencabulan. Foto : Satria UTama

SRAGEN– Nasib malang harus dialami oleh RA (16). Siswi kelas 1 sebuah SMK di Sragen asal Kedawung yang menjadi korban pencabulan hingga hamil 6 bulan itu, mengaku mengalami tekanan psikis setelah menerima ancaman dan teror dari keluarga tersangka, BG (32), warga Kaliwuluh, Kebakkramat, Karanganyar yang saat ini diamankan di Polres Karanganyar.

Ancaman itu disampaikan oleh Ketua LSM Keluarga Besar Relawan Pengawal Perubahan Sragen (KBRPPS), Warsito, Senin (12/6/2017). Ia yang mendampingi korban melapor ke Polres dan menangkap tersangka beberapa waktu lalu, mengungkapkan perlakuan tidak mengenakkan terhadap korban itu dialami dua hari lalu.

Teror dan ancaman itu dilakukan oleh keluarga tersangka yang tiba-tiba menggeruduk ke rumah korban. Mereka mengancam dan menekan korban serta keluarga agar mau mencabut laporan pencabulan itu ke kepolisian. Tidak hanya itu, kerabat korban juga sempat dipaksa untuk membuat urat pernyataan mencabut laporan namun kemudian ditolak.

Baca Juga :  81 Mesin Pabrik Indo Gula Dibobol, Kerugian Rp 750 Juta

“Kemarin malam sekitar pukul 20.00 WIB sampai 22.00 WIB. Jadi ada delapan orang dari keluarga tersangka itu tiba-tiba datang ke rumah korban dan meminta agar laporannya dicabut dan korban dijanjikan akan dinikahi oleh tersangka,” ujar Warsito, kemarin.

Ia menyayangkan sikap kerabat tersangka yang diduga difasilitasi oleh salah satu perangkat desa di Kedawung untuk mencoba memaksa korban mencabut laporan. Selain sudah bentuk ancaman, hal itu juga menambah beban psikis korban yang kini hamil tujuh bulan akibat perbuatan tersangka.

Terkait iming-iming sanggup menikahi, Warsito menyampaikan tawaran itu juga sudah ditolak oleh korban maupun keluarganya. Pasalnya, tersangka ternyata diketahui sudah berkeluarga dan punya anak istri di Kebakkramat.

Baca Juga :  Pengemudi Bentor di Sragen Nyaris Jadi Bulan-Bulanan Pengemudi Angkot

“Atas kejadian itu, kami berharap kepada Polres Karanganyar untuk mempercepat penanganan kasus itu. Karena sudah ada laporan, hasil visum, dan barang bukti juga sudah kami sampaikan. Harapan kami karena korban masih di bawah umur, tersangka bisa dihukum setimpal atas perbuatannya,” jelasnya.

Menurutnya hukuman berat layak diberikan lantaran akibat pencabulan yang dilakukan tersangka, siswi kelas I SMK itu terpaksa harus berhenti sekolah. Namun pihaknya bersama Aliansi Peduli Perempuan Sukowati (APPS) sudah berkomitmen setelah anaknya lahir, korban akan diupayakan untuk kembali melanjutkan bangku sekolahnya.

Terpisah, Kapolres Karanganyar, AKBP Ade Sjafri SImanjuntak mengatakan akan segera mengecek laporan tersebut. Wardoyo

BAGIKAN