JOGLOSEMAR.CO Daerah Boyolali Truk Jenis Ini Dilarang Melintas di Jalan Utama Boyolali

Truk Jenis Ini Dilarang Melintas di Jalan Utama Boyolali

71
BAGIKAN
ilustrasi truk. Foto : Dok

BOYOLALI—Pemkab Boyolali kembali memberlakukan kebijakan pelarangan truk-truk bermuatan melebihi tonase melintas di jalan raya Boyolali per 18 Juni 2017. Truk yang dimaksud adalah pengangkut pasir, batu, hingga tanah uruk.

Menurut Kabid Keselamatan Sarana dan Prasaran Dinas Perhubungan (Dishub) Boyolali, Didik Prihanto, pelarangan tersebut berlaku sampai dengan H+7 lebaran. “Aturan ini untuk menunjang kelancaran arus mudik dan balik lebaran,” katanya, Jumat (16/6/2017).

Ia menyampaikan, pada H-4 hingga H+3 lebaran, semua jenis truk bermuatan di atas 14 ton dilarang melintas di semua jalur utama di Kabupaten Boyolali.

Namun untuk truk pengangkut komoditas pangan, bahan bakar minyak (BBM), pengangkut hasil pertanian dan perkebunan, pengangkut ternak dan hasil ternak seperti susu masih diizinkan.

Ia menambahkan, jika truk pasir dengan muatan melebihi kapasitas serta truk lainnya itu masih saja melintas, dikhawatirkan akan menimbulkan kemacetan.

Kebijakan menyetop kendaraan berat tersebut juga disebabkan karena kerap parkir di bahu jalan. “Bila nekat tetap melintas saat arus mudik, maka bakal dikenakan sanksi tilang,” jelasnya.

Pembatasan ini, lanjutnya, dilakukan demi kelancaran arus lalu lintas kendaraan yang mengarah ke timur saat arus mudik, maupun ke arah barat saat arus balik.

“Seperti kita ketahui kendaraan berat biasanya melintas dengan kecepatan yang sangat lambat, sehingga berdampak pada kemacetan di ruas jalan utama,” imbuhnya.

Didik melanjutkan, pada puncak arus mudik maupun balik lebaran yang diperbolehkan lewat jalan yang dipersiapkan sebagai jalur mudik hanyalah mobil pribadi, angkutan penumpang, dan pengangkut kebutuhan pokok masyarakat, serta pengangkut BBM.

 Satria Utama