JOGLOSEMAR.CO Pendidikan Pendidikan Begini Kunci Sukses Peraih Nilai Ujian SD Tertinggi di Solo

Begini Kunci Sukses Peraih Nilai Ujian SD Tertinggi di Solo

734
BAGIKAN
Dok Pribadi
PERAIH NILAI TERTINGGI–Naela Husna (tengah) siswi SD Ta’mirul Islam Surakarta yang meraih nilai tertinggi UN SD. Foto diambil belum lama ini.

Menjadi yang terbaik pastilah idaman setiap orang. Apalagi bagi seorang siswa yang sedang menempuh ujian. Bocah manis dan ramah ini berbagi rahasia, dirinya mampu berprestasi gemilang.

Tidak pernah menyangka, namun ia pun sangat bersyukur. Itulah yang bisa diungkapkan Naela Husna (12). Lulusan SD Ta’mirul Islam Surakarta ini meraih ranking pertama dalam peroleh US/M, kemarin.

Ia bahkan meraih nilai sempurna 100 untuk IPA dan Matematika serta nilai 98 untuk Bahasa Indonesia. Hasil ini mengukuhkan dirinya menjadi peraih nilai US murni dan ijazah tertinggi di sekolah setempat.

Di Solo, sesungguhnya peraih nilai tertinggi US SD/M selain Naela Husna juga ada Abdiel Faiz Daffa Putra, dari SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat. Nilai yang diraih Abidiel pun sama seperti Naela, yaitu Matematika 100, IPA 100 dan Bahasa Indonesia 98.

“Senang itu pasti. Karena saya bisa membanggakan orang tua dan sekolah saya,”ujarnya yang kerap disapa Nana ini.

Dengan mengenakan kaos putih, jilbab dan rok biru, Nana yang saat itu ditemui Joglosemar di rumahnya merasa tersipu. Ia pun membeberkan bahwa selama ini ia sama sekali tidak mengikuti les tambahan apapun kecuali di sekolah. Ia pun hanya belajar sesuai porsinya. Yakni setelah Magrib atau Isya’.

“Kalau belajar kadang sampai jam delapan atau 10 malam. Tergantung mood juga sih. Cuma waktu tengah semester dua itu fokus cuma ke tiga pelajaran US/M aja,”ucap gadis kelahiran 29 Maret 2005 ini.

Ia yang bercita-cita menjadi dosen dan hafizah quran ini mengatakan dari ketiga pelajaran US/M, yang paling digemari adalah IPA. Menurutnya pengetahuan tentang tata surya membuatnya jatuh cinta dan tidak bosan mempelajari ilmu alam ini.

“IPA itu ilmunya bikin aku selalu penasaran dan ingin belajar terus. Triknya perbanyak hafalan aja biar bisa ngerjain soal,”ucapnya yang hobi menulis ini.

Sementara untuk Matematika, menurut Nana hanya perlu ketelitian dan penghafalan rumus. Ia berucap lebih sering latihan, maka kelamaan akan terbiasa untuk menghadapi angka-angka yang tertera dalam soal.

Selain itu, ia bercerita keahlian matematika pun juga ia dapatkan saat mengikuti latihan olimpiade matematika sejak kelas tiga.

“Rumus itu kan pasti sudah dikasih guru. Jadi tugas kita nggak boleh lupa. Selain itu kalau soal cerita harus paham betul dengan maksud dari soalnya. Jangan asal jawab atau ngawur,”celotehnya.

Bahasa Indonesia pun seperti itu. Bedanya adalah dalam mengerjakan soalnya, Nana benar-benar menggunakan perasaan.  Ia mengaku trik tersebut ia dapat dari sang guru, Wahid.

“Ngerjainnya pakai perasaan biar bisa menentukan jawaban. Karena kalau dibaca sekilas itu kaya bener semua jawabannya padahal kan nggak. Kata kunci apapun digarisbawahi dan dicari penjelasannya biar nggak  terjebak,”ucapnya.

Sementara itu, Kepala SD Ta’mirul Islam, Aris Paryanto mengatakan, selain mendapatkan nilai US/M terbaik, Nana pun juga meraih juara 2 Olimpiade Science nasional matematika tingkat Kecamatan Laweyan tahun 2016, juara 2 Lomba Cerdas Cermat (LCC) tingkat kecamatan tahun 2016,  juara 2 LCC tingkat kota tahun 2016, juara 1 lomba Mapsi LCC tingkat kecamatan dan juara 2 untuk tingkat kota.

“Dia mendapatkan bonus dari sekolah dengan total Rp 1.600.000,”pungkasnya.

Dynda Wahyu Wardhani