Bocah 9 Tahun Asal Klaten Pikat Pemandu Bakat Bulutangkis Djarum

Bocah 9 Tahun Asal Klaten Pikat Pemandu Bakat Bulutangkis Djarum

258
Salah satu peserta tunggal putri kategori U-13 terlihat semangat saat bola yang dilepaskan lawannya keluar lapangan dalam Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2017 yang digelar di GOR RM Said Karanganyar, Minggu (23/7). Foto : Djarum Foundation

SOLO – Sebanyak 24 peserta dari wilayah eks karesidenan Surakarta melaju ke babak berikutnya dalam Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2017 yang digelar di GOR RM Said Karanganyar, Minggu (23/7/2017). Mereka akan berebut 12 tiket dengan 24 peserta luar daerah pada tahap akhir hari ini.

Kota Solo menjadi penyumbang wakil terbanyak fase turnamen dengan meloloskan tujuh peserta. Mulai Ilham Misykatudin di kategori U-11 putra, Ilham Misykatudin U11 Putra, Farrel Luqman Fitra (U-11 Putra), Adek Vio Pratama (U-11 Putra), Muhammad Rizky (u-11 Putra), Muammar Khadafi (U-13 Putra), Atresia Naufa Candani (U-11 Putri) serta Azranaysha Pandya (U-11 Putri).

Lalu diikuti tuan rumah Karanganyar dan Klaten dengan lima peserta, Sukoharjo dan Sragen dengan tiga peserta dan Boyolali dua peserta. Yang istimewa, ada satu wakil dari Klaten yang hampir pasti menggenggam super tiket.

Peserta berusia 9 tahun yang gugur pada babak 64 besar U-11 putra itu dinilai punya potensi untuk berkembang. Ada lagi wakil U-13 putri yang juga tampil mengesankan dihadapan para talent scouting.

Baca Juga :  60 Klub Ikuti Paswind Cup II, Elite Langsung Tunjukkan Kelas

“Bibit istimewa lebih banyak ditemukan di sini daripada tiga kota pelaksanaan Audisi Umum sebelumnya. Karena dari sisi jumlah pesertanya juga banyak, lebih dari 600 peserta. Solo Raya ini juga posisinya sentral, banyak bibit yang bagus dari mana-mana datang ke sini,” tutur salah satu talent scouting, Yuni Kartika di GOR RM Said, Karanganyar, Minggu (23/7/2017) siang.

Soal wakil Klaten berusia 9 tahun, Yuni Kartika enggan membeberkan identitas sang peserta. Dari penilaiannya saat menyaksikan sang peserta tampil kemarin, peserta tersebut punya skill istimewa.

Namun untuk memberikan super tiket kepadanya, perlu didiskusikan dengan talent scouting lain, mengingat usia sang peserta baru 9 tahun.

“Kita akan diskusikan para atlet yang istimewa. Termasuk si anak berusia 9 tahun tersebut. Kira-kira bagaimana kalau harus diboyong ke Kudus yang notabene jauh dari orang tuanya di Klaten. Kalau nanti disana malah sering ngompol dan nangis-nangis kan kita juga yang repot. Tapi harus diakui potensinya istimewa untuk anak seusianya. Jarang banget bisa menemui seeprti itu,” tutur Yuni.

Baca Juga :  Jalan Mulus Persis Gotong Royong ke Final Liga 3

Pada hari terakhir Audisi Umum di Karanganyar, Senin (24/7/2017) ini, para peserta yang lolos akan ditandingkan kembali sesuai kelompok usianya masing-masing, yakni U-11 dan U-13 sektor tunggal putra dan putri.

Semifinalis U-11 dan U-13 kategori putra serta finalis U-11 dan U-13 kategori putri akan langsung melenggang ke Kudus. Sementara jumlah peserta yang akan mendapat super tiket masih belum diputuskan.

“Mata pencari bakat itu detail, kalo ada yang istimewa akan saya perjuangkan dapet Super Tiket meskipun pas turnamen kalah. Setiap pencari bakat tentu punya pegangan, tapi enggak banyak juga. Biasanya susah dapat yg istimewa,” tambahnya.

Nofik Lukman Hakim

BAGIKAN