Boyolali Berprestasi Tekan Inflasi hingga Inovasi E-Commerce

Boyolali Berprestasi Tekan Inflasi hingga Inovasi E-Commerce

94
Ilustrasi | Dok Joglosemar

SOLO – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Boyolali berhasil mendapatkan penghargaan sebagai TPID Berprestasi 2016. Pencapaian ini tentu atas kerja keras serta komitmen salah satunya berupaya dalam pemanfaatan lahan produktif, sehingga dapat dimanfaatkan untuk lahan kebutuhan pangan. Penghargaan tersebut disampaikan melalui Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) VIII Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Kamis, (27/7/2017) di Jakarta. Dalam pembukaannya dilakukan langsung oleh Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo, Bandoe Widiarto. Pihaknya mengatakan Kabupaten Boyolali mengalami inflasi yang cukup rendah berkisaran 2,65 persen. Padahal di tahun sebelumnya 2015 inflasi sekitar 6 persen, dan di tahun 2013 hingga 2014 sekitar 7 hingga 8 persen. Salah satu upaya Boyolali yang memiliki sumbangsih besar dalam menekan laju inflasi yakni pemanfaatan lahan produktif agar bisa dimanfaatkan untuk lebih guna seperti misalnya pemenuhan kebutuhan pangan.  “Boyolali menjadi salah satu daerah yang terpilih dari 524 TPID di Indonesia. Tentu saja penghargaan ini diberikan atas usaha daerah untuk menjaga kestabilan harga sampai kelancaran distribusi hingga ketersediaan pasokan pangan di tengah-tengah masyarakat,” katanya kepada Joglosemar, Jumat (28/7/2017).

Baca Juga :  Universitas Boyolali Bagikan Bibit Pohon Produktif

Selain itu lanjut Bandoe, Boyolali juga berinovasi dengan suatu aplikasi e-commerce untuk mengakses komoditas unggulan, menyimpan data yang terintegrasi sehingga pemerintah daerah bisa melakukan manajemen stok dan pemantauan harga pasar dengan mudah.

Kelebihan dari e-Commerce, bahwa sistem ini akan menampilkan data dengan lengkap. “Sistem ini tidak hanya menampilkan harga, namun juga akan memunculkan cadangan ketersediaan stok secara lengkap,” imbuh Bandoe yang juga Wakil Ketua TPID Surakarta ini.

Baca Juga :  300 Relawan Isi Kelas Inspirasi Boyolali

Keberhasilan TPID Boyolali ini harapannya, lanjut Bandoe dapat memotivasi daerah lainnya untuk senantiasa bersinergi dalam menjaga daerahnya dengan sasaran mewujudkan 4K yakni, memastikan ketersediaan pasokan komoditas menjaga kelancaran distribusi memastikan keterjangkauan harga dan melakukan komunikasi atau kerja sama kebijakan pengendalian inflasi.

Rakornas yang diselenggarakan Bank Indonesia (BI) bertema “Memperkuat Sinkronisasi Kebijakan Pusat dan Daerah guna Mempercepat Infrastuktur dan Tata Niaga Pangan” yang nantinya akan memperkuat peta jalan (road map) target pengendalian inflasi nasional sebesar 3,5 persen pada tahun 2018 mendatang. # Garudea Prabawati 

 

BAGIKAN