JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar Buntut Penghancuran Warkop Mesum Mojogedang, 21 Orang Diperiksa. Bakal Segera Ada...

Buntut Penghancuran Warkop Mesum Mojogedang, 21 Orang Diperiksa. Bakal Segera Ada Tersangka..

426
BAGIKAN
Kondisi warung mesum di perbatasan Sragen-Karanganyar tepatnya di Kedungjeruk, Mojogedang, Karanganyar usai dihancurkan warga, Jumat (7/7/2017). Joglosemar/Wardoyo

KARANGANYAR– Aksi pengrusakan dan penghancuran warung kopi (Warkop) mesum milik Pawiro Sukarno alias Hirno (73) di Dukuh Jatimulyo RT 1/18, Kedungjeruk, Mojogedang, oleh ratusan warga di Sragen-Karanganyar Jumat (7/72017) berbuntut panjang. Polres Karanganyar langsung memproses pengrusakan dan memastikan sudah memeriksa 21 orang terkait aksi anarkis yang merobohkan warkop itu.

Penegasan itu disampaikan Kapolres Karanganyar, AKBP Ade Safri Simanjuntak di sela-sela Upacara HUT Bhayangkara ke-71 di Mapolres, Senin (10/7/2017). Ia mengungkapkan terkait aksi anarkis itu, Polres langsung bergerak dengan memeriksa sebanyak 21 orang yang diduga
terkait dalam aksi pengrusakan itu.

Tidak hanya warga yang merusak, proses hukum juga akan diterapkan untuk pemilik warung yang dinilai sudah membuka peluang menyediakan warungnya sebagai tempat prostitusi maupun perjudian. Bahkan ia mengisyaratkan dalam pekan ini dipastikan sudah akan ada penetapan
tersangka.

“Kita akan berimbang. Dari warga yang merusak akan kita proses, pemilik warung juga. Jadi kita pun berimbang dalam menyikapi masalah ini. Kalau tidak diluruskan nanti masyarakat nggak tahu mana yang salah mana yang benar,” paparnya kepada Joglosemar.

Seperti diberitakan, warung kopi (Warkop) di perbatasan Sragen – Karanganyar tepatnya di Dukuh Jatimulyo RT 1/18, Desa Kedungjeruk, Mojogedang, Karanganyar milIk Hirno itu menjadi sasaran amuk warga, Jumat (7/7/2017) pagi. Ratusan warga dari desa setempat dan warga Masaran yang berdekatan dengan lokasi warung, menghancurkan paksa bangunan warung setelah diketahui menjadi ajang prostitusi dan perjudian.

Penghancuran paksa dilakukan sebagai sebelumnya warga memergoki sejumlah pasangan mesuk dan pekerja seks komersial (PSK) yang menyewa bilik-bilik di warung itu pada Kamis (6/7/2017) malam. Kemarahan warga makin tak terbendung saat menemukan sejumlah warga yang juga menyewa tempat berjudi di warung tersebut.

Informasi yang dihimpun di lapangan, pengrusakan warkop itu berlangsung sekitar pukul 08.00 WIB. Awalnya sekitar 300 warga dari Desa Kedungjeruk, Mojogedang serta Sepat maupun Krebet Masaran, berkumpul di masjid setempat untuk melakukan ritual bancaan.

Setelah itu, secara spontan massa langsung bergerak menuju ke warkop
milik Hirno untuk merobohkan warung yang telah digunakan untuk arena mesum dan judi itu. Melihat kedatangan massa dalam jumlah besar, Hirno tak kuasa melawan dan akhirnya hanya bisa pasrah melihat warkop berukuran 6 x 5 meter persegi yang terbuat dari tembok, luluh lantak
dihancurkan warga.Wardoyo