JOGLOSEMAR.CO Daerah Wonogiri Bupati Segera Cabut Izin Hotel Nakal di Wonogiri

Bupati Segera Cabut Izin Hotel Nakal di Wonogiri

199
BAGIKAN
ILUSTRASI

WONOGIRI- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri bakal mengundang pemilik hotel kelas melati yang beroperasi di Wonogiri.

Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi terulangnya kasus-kasus kekerasan, khususnya terhadap anak di bawah umur.

Bupati Joko Sutopo menjelaskan, awalnya akan melakukan verifikasi perizinan hotel-hotel di Wonogiri, yang kebetulan keseluruhannya berkelas melati.

Pemkab ingin mengetahui, apakah sudah benar-benar memenuhi klausul-klausul perizinan dan juga kewajibannya atau belum.

“Tapi pada intinya, kami ingin agar pengelola hotel ini memiliki satu komitmen soal menjaga kualitas moral generasi muda, dan bukan hanya mengejar sisi finansial,” beber Bupati Wonogiri, Joko Sutopo di Gedung DPRD Wonogiri, Jumat (14/7/2017).

Bupati mencontohkan, kasus asusila yang dilakukan dua pelajar asal Kecamatan Ngadirojo pekan lalu yang kini berujung pada ranah hukum.

Bupati menyebutkan hotel melati dituding tidak selektif dalam menerima tamu. Seharusnya kata Bupati, pihak hotel harus memiliki standar atau batasan-batasan terkait usia pengunjung hotel.

Ditegaskan, jika masih ada kasus serupa yang terjadi di hotel melati, pihaknya akan  segera menindaklanjuti dengan sanksi tegas.

“Maka saya tegaskan, kami tidak akan segan-segan mencabut izin operasional mereka (hotel melati), apabila mereka tidak mengindahkan etika yang ada. Terlebih kita saat ini tengah gencar-gencarnya memerangi kasus asusila yang belakangan marak lagi di Wonogiri,” kata Bupati.

Menurut Bupati, perlu terbangun adanya satu komitmen bersama dalam memerangi tindakan amoral yang tengah mewabah di Wonogiri.

“Kalau tidak dipertegas mau jadi apa Wonogiri ini ke depannya,” jelas Bupati.

Saat ditanya jika langkah tersebut akan berdampak pada melemahnya pendapatan asli daerah( PAD) khususnya pajak dari sektor perhotelan, Bupati Joko Sutopo menyatakan tidak masalah. Dia mengaku lebih baik PAD pariwisata rendah tapi moral generasi penerus berkualitas.

“Tidak masalah merosot omzet PAD kita. Daripada omzet pariwisata naik tapi kalau moralitas generasi kita bubrah tidak karuan, mendingan tidak usahlah. Apa hebatnya sektor pariwisata kita kalau gitu,” tandas dia.

Aris Arianto