JOGLOSEMAR.CO Daerah Klaten Calhaj Meninggal Tak Dapat Diwariskan

Calhaj Meninggal Tak Dapat Diwariskan

231
BAGIKAN
Ilustrasi

KLATEN- Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Klaten memastikan porsi  jamaah calon haji (Calhaj) yang meninggal tidak bisa diganti kerabat atau orang dekat lainnya.

Pasalnya, jika ada Calhaj yang meninggal sebelum pemberangkatan dan telah melunasi pembiayaan untuk berangkat ke Tanah Suci, dilakukan proses pembatalan.

Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggaraan Haji  dan Umrah Kemenag Klaten, Waznan Fauzi menekankan kepada seluruh Calhaj serta anggota keluarga atau ahli waris, diminta segera melaporkan kepada kantor Kemenag Klaten jika ada anggota keluarga yang nomor porsi pemberangkatan haji telah meninggal dunia.

“Laporan dari keluarga atau ahli waris tersebut akan ditindaklanjuti oleh Kemenag untuk ditindaklanjuti pembayaran kembali seluruh uang yang telah disetor oleh setiap jamaah melalui rekening jamaah saat membayar Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH),” terang dia saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (12/7/2017).

Dijelaskannya, untuk tahun ini  jumlah Calhaj yang dipastikan berangkat ke tanah suci sebanyak 1.085 jamaah. Jumlah tersebut berkurang dari jumlah sebelumnya sebanyak 1.090 Calhaj. Menurut Fauzi, ada dua Calhaj yang berasal dari Kecamatan Ceper dan Karangdowo meninggal dunia sebelum pemberangkatan. Sedangkan ada tiga Calhaj yang tidak memungkinkan untuk berangkat ke tanah suci.

Ia menegaskan, untuk dua Calhaj yang meninggal dunia tidak dapat diwariskan atau digantikan oleh ahli waris.  “Kami informasikan sekali lagi bahwa nomor porsi yang dimiliki oleh calon haji yang telah meninggal tidak dapat digunakan oleh keluarga atau jamaah lainnya yang tidak masuk antrean jadi. Semua biaya yang sudah dibayarkan akan dikembalikan penuh tanpa adanya potongan sepeser pun,” katanya. Satria Utama