JOGLOSEMAR.CO Daerah Boyolali Dapat Remisi Lebaran, Tiga Narapidana Rutan Boyolali Langsung Bebas

Dapat Remisi Lebaran, Tiga Narapidana Rutan Boyolali Langsung Bebas

44
BAGIKAN
Ilustrasi: buzzwok.com

BOYOLALI– Tiga dari 50 narapidana yang beragama Islam di  Rumah Tahanan (Rutan) Boyolali yang mendapat remisi saat perayaan Hari Raya Idul Fitri 2017, langsung bebas.

Tiga narapidana yang mendapatkan remisi tersebut di antaranya adalah narapidana kasus penggelapan, kasus pencurian serta kasus pencurian dengan pemberatan (Curat).

Pada perayaan Hari Raya Idul Fitri tahun 2017, sebanyak 50 narapidana yang beragama Islam di Rutan Boyolali mendapatkan Remisi Khusus (RK).

Menurut Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Boyolali, Darmawan P, selain menjadi momen kemenangan bagi seluruh umat Islam, Remisi Khusus Hari Raya Idul Fitri sangat dinanti bagi sebagian besar warga binaan yang beragama Islam.

“Remisi Khusus Hari Raya Idul Fitri diberikan kepada narapidana yang beragama Islam yang telah memenuhi persyaratan administratif maupun substantif,” terang dia kepada wartawan, kemarin.

Lebih lanjut Darmawan menjelaskan, para narapidana yang mendapatkan RK di antaranya aktif mengikuti program pembinaan di Lapas atau Rutan serta telah menjalani pidana minimal enam bulan, tidak terdaftar pada register F (buku catatan pelanggaran disiplin narapidana).

Darmawan juga menambahkan, Remisi Khusus Hari Raya Idul Fitri terdiri dari dua kategori, yakni pertama kepada para narapidana yang setelah mendapatkan Remisi Khusus, masih menjalani sisa pidana sebanyak 47 orang.

Sedangkan, Remisi Khusus juga diberikan kepada narapidana yang langsung bebas, pada saat pemberian Remisi Khusus Hari Raya Idul Fitri yang pada tahun ini berjumlah sebanyak tiga orang.

Ia juga menyebutkan, ada dua narapidana yang juga bebas karena masa tahanannya sudah habis. Saat ini, jumlah narapidana yang menghuni Rutan Boyolali tinggal 140 orang.

“Remisi Khusus seperti ini diharapkan menjadi contoh dan semangat kepada para narapidana untuk selalu berintegritas, berkelakuan baik selama menjalani pidana, tidak melakukan pelanggaran-pelanggaran yang telah ditentukan,” ujar dia.

Satria Utama