JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar Dua Pelajar Digerebek Saat Pesta Miras dan Pil Koplo di Karanganyar

Dua Pelajar Digerebek Saat Pesta Miras dan Pil Koplo di Karanganyar

107
BAGIKAN
ilustrasi

KARANGANYAR—Maraknya peredaran obat terlarang jenis pil koplo ternyata sudah merambah ke semua daerah.

Buktinya, tim Sabhara Polres Karanganyar juga mengamankan dua pelajar SMK dan dua remaja yang tengah asyik berpesta miras dan pil koplo, Jumat (14/7/2017).

Ironisnya, keempatnya menggelar pesta miras dan ngoplo itu di jalan belakang kompleks gedung DPRD setempat. Keempat pelajar dan remaja itu ditangkap dalam sebuah penggerebekan yang dilakukan tim Satuan Sabhara.

Informasi yang dihimpun Joglosemar, dua pelajar menengah yang diringkus itu masing-masing diketahui berinisial DK (15) dan ABS (16) yang masih duduk di bangku SMK.

Keduanya menggelar pesta miras jenis ciu dan pil dextro bersama dua remaja berinisial MFW (16) dan seorang remaja yang bekerja sebagai buruh, Trisno Riyanto (19). Semuanya terdata sebagai warga di Kecamatan Karanganyar Kota.

Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak mengatakan, keempat pelaku ditangkap sekitar pukul 22.30 WIB oleh tim yang menggelar patroli di kawasan rawan.

“Waktu tim patroli di jalan belakang DPRD, ada empat anak muda yang nongkrong. Mereka mengonsumsi ciu. Setelah itu dilakukan penggeledahan dan ditemukan 10 butir pil jenis Dextromethorpan atau Dextro di dashboard motor,” paparnya.

Wakapolres Kompol Prawoko menambahkan, dari hasil penyelidikan, pil koplo jenis Dextro itu rencananya akan dijual kepada seseorang. Melalui sebuah pancingan, tim kembali berhasil mengamankan dua calon pembeli saat hendak bertransaksi.

Kasat Narkoba AKP Harno menyampaikan, saat digerebek para remaja itu memang tengah mengonsumsi miras yang dibuktikan dengan adanya ciu di dalam botol bekas air mineral berisi 600 ml. Sementara untuk pil koplo, baru akan digunakan untuk tambahan pesta.

Atas kejadian itu, kedua pelajar yang ditangkap mendapat hukuman wajib lapor setiap Senin dan Kamis. Sementara, dua lainnya juga masih dalam pemeriksaan.

Sedangkan barang bukti miras dan pil koplo masih diamankan di Mapolres untuk kepentingan proses lebih lanjut.

“Itu kan obat untuk batuk. Biasanya dijual di apotek. Tetapi bisa beli kalau ada resep dari dokter. Enggak boleh dijual bebas. Sampai sekarang kami masih mencari penjualnya,” ujar Harno.

Wardoyo