Gara-gara Lakukan Ini, Kakek Berusia 80 Tahun Diusir dari Desa di Sambungmacan

Gara-gara Lakukan Ini, Kakek Berusia 80 Tahun Diusir dari Desa di Sambungmacan

618
ilustrasi pelecehan seksual. Foto : Dok

SRAGEN— Seorang kakek berusia 80 tahun berinisial S asal Sambungmacan, Sragen diusir oleh warga karena tega mencabuli siswi TK berinisial AY (6) yang tinggal bersebelahan.

Kakek yang jalannya sudah pakai tongkat itu diminta pergi dari desa karena perbuatannya telah dilakukan berulang kali hingga membuat korban mengalami trauma.

Pengusiran kakek sebatang kara itu terungkap setelah Koordinator Aliansi Peduli Perempuan Sukowati (APPS) Sragen, Sugiarsi mengungkap kasus pencabulan memilukan itu, Kamis (13/7/2017).

Perbuatan bejat sang kakek terbongkar ketika korban sering mengeluh sakit ketika buang air kecil. Berawal dari keluhan itu, orangtua korban berinisiatif memeriksakan putrinya ke petugas kesehatan setempat.

Baca Juga :  Terkuak, Motif Teror Penembakan di Sragen Ternyata Diduga Karena Ini

Orangtua pun kaget ketika mendengar vonis petugas medis bahwa korban telah mengalami kekerasan seksual, sehingga mengakibatkan luka pada alat vitalnya.

“Dari situ anaknya ditanya dan akhirnya mengaku sering digitukan oleh pelaku. Pelaku memasukkan jari, tapi berulang kali hingga mengakibatkan korban mengalami sakit,” ungkap Sugiarsi.

Menurutnya, aksi bejat itu dilakukan lebih dari empat kali. Tempat tinggal pelaku yang hanya bersebelahan dengan rumah korban membuatnya semakin leluasa melancarkan aksinya setiap mendapat waktu luang.

Baca Juga :  Miris, Gadis Asal Gemolong Ini 24 Tahun Hanya Tergolek Didera Lumpuh Layu. Kondisi Orangtuanya Mengenaskan

Modusnya, saat kondisi sepi pelaku memanggil korban untuk membelikan sesuatu, kemudian uang sisa diberikan pada korban. Akibat kejadian itu, korban mengalami syok.

“Orangtua korban juga beberapa kali saya terapi karena awalnya kalap dan inginnya mateni pelaku,” tukasnya.

Sugiarsi menyampaikan, kasus itu memang mendapat atensi lebih dari APPS mengingat korban masih sangat kecil.

Ia juga prihatin dengan fenomena maraknya kasus kekerasan seksual di Sragen yang belakangan korbannya kebanyakan menimpa anak di bawah 10 tahun mulai dari empat hingga delapan tahun.

 Wardoyo

Advertisements
BAGIKAN