JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar Kasus Minyak Goreng Ilegal di Tasikmadu Karanganyar, Polisi Bakal Sita Produk Azaria

Kasus Minyak Goreng Ilegal di Tasikmadu Karanganyar, Polisi Bakal Sita Produk Azaria

119
Kapolres Karanganyar, AKBP Ade Safri Simanjuntak saat menggelar konferensi pers penggerebekan pabrik pengemasan minyak goreng “Azaria” di PT KMS yang diduga ilegal, Selasa (11/7/2017). Joglosemar/Wardoyo

KARANGANYAR – Polres Karanganyar serius menuntaskan pengusutan kasus dugaan produksi ilegal minyak goreng (migor) kemasan merek Azaria yang dilakukan PT Kumala Makmur Sentosa (KMS) di Papahan, Tasikmadu, Karanganyar.

Setelah menyita ribuan kemasan Migor berbagai ukuran dari lokasi pabrik, tim Polres juga akan melacak dan menyita semua produk berlabel Azaria produksi pabrik itu yang terdeteksi sudah beredar di lima kabupaten di wilayah Eks Karesidenan Surakarta.

Penegasan itu disampaikan Kapolres Karanganyar, AKBP Ade Safri Simanjuntak, Kamis (13/7/2017).

Kepada Joglosemar, ia mengungkapkan saat ini tim masih mengintensifkan pemenuhan keterangan saksi-saksi untuk melengkapi berkas penyidikan.

Selain itu, pihaknya juga berencana menarik dan menyita semua migor dengan merek Azaria yang sudah terlanjur diedarkan di pasaran.

Penarikan dilakukan untuk dilanjutkan penyitaan. Hal itu diperlukan guna memperkuat indikasi bahwa perusahaan yang bergerak di bidang pengemasan migor itu, memang tidak mengantongi surat izin usaha produksi (SIUP) serta produknya juga tidak disertai izin edar dari pihak berwenang yakni Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

“Karena produknya ini tidak punya izin edar, pasti nanti semua produk yang sudah beredar di pasaran baik di warung, minimarket atau di pasar akan kita sita. Kita sudah kantongi daftar distribusinya ke mana-mana saja,” ujarnya kemarin.

Kapolres menguraikan penyitaan produk yang sudah beredar juga diperlukan untuk memperkuat unsur delik pidana yang dijeratkan.

Menurutnya tim perlu menyita barang bukti dari barang yang sudah beredar guna menegaskan sudah ada perpindahan barang dari perusahaan ke pembeli padahal produk belum memiliki izin edar.

Berdasarkan data yang sudah dikantongi oleh tim, produk illegal itu sudah diedarkan ke lima daerah di eks Karesidenan Surakarta di antaranya di wilayah Kabupaten Sragen, Sukoharjo, Wonogiri, dan Klaten.

“Pokoknya sudah beredar di seluruh daerah di Eks Karesidenan Surakarta minus Solo dan Boyolali saja,” tegasnya.

Sementara, 5.814 paket minyak goreng kemasan yang diamankan dari lokasi pabrik, saat ini sudah berada di Mapolres untuk kepentingan barang bukti guna proses penyidikan.

Saksi BPOM

Di sisi lain, Kasat Reskrim AKP Yoga Gede Sanjaya mengungkapkan untuk menuntaskan kasus tersebut, pihaknya kemarin sudah berkoordinasi dengan pihak BPOM Jawa Tengah untuk kepentingan permintaan keterangan.

Permintaan keterangan BPOM sebagai ahli itu dilakukan melalui penyiapan draft pertanyaan yang disampaikan kepada pihak BPOM.

“Sudah kami draf pertanyaan. Koordinasi masih dilakukan secara intensif. Rencana hari Senin minggu depan, tiga dari BPOM sudah dapat memberikan keterangan final,” tukasnya.

Sementara terkait Direktur Utama (Dirut) PT KMS berinisial HTS alias CKS (60) asal Jebres, Surakarta, memang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Akan tetapi, terhadapnya belum dilakukan penahanan karena berbagai pertimbangan subyektif.

Namun tidak menutup kemungkinan penahanan akan dilakukan ketika sudah memasuki gelar perkara untuk kepentingan memudahkan pemeriksaan. Terhadap sang Dirut, tim sudah menyiapkan pasal berlapis.

Wardoyo

BAGIKAN