JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Kelanjutan Proyek Flyover Manahan, Lahan Terdampak Segera Dibebaskan

Kelanjutan Proyek Flyover Manahan, Lahan Terdampak Segera Dibebaskan

101
Joglosemar | Kurniawan Arie Wibowo
DANA PEMBEBASAN LAHAN—Warga melintas di perlintasan kereta api Badran di Jalan Moewardi, Surakarta, Jumat (14/7/2017). Dana pembebasan lahan dan pembuatan drainase proyek pembangunan fl yover Manahan sudah cair.

SOLO – Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta segera melakukan pembebasan bangunan dan lahan yang terkena dampak flyover Manahan. Langkah ini ditempuh setelah ada kepastian dana dari APBD Kota sebagai pendamping proyek flyover sebesar Rp 16 miliar.

“Kita segera menaksir bangunan pembebasan sebagian lahan Hotel Agas. Dana pendamping itu hanya Rp 16 miliar saja (sebelumnya dianggarkan Rp 30 miliar, red),” terang Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Surakarta, Endah Sitaresmi Suryandari kepada wartawan, Jumat (14/7/2017).

Untuk pembebasan lahan hanya di sebelah timur, yakni milik Hotel Agas sedang yang lainnya lahan milik Pemkot. Nanti Pemkot akan menggandeng tim appraisal terkait proses pembebasan lahan milik pribadi tersebut. “Hanya Hotel Agas saja yang terkena pembebasan lahan untuk proyek ini. Sisinya itu lahan milik Pemkot, seperti Kantor Dinas Kebudataan ataupun Lapangan Kottabarat,” ungkap kepala dinas yang akrab disapa Sita ini.

Untuk perbaikan saluran drainase Jalan Dr Moewardi hanya akan dilakukan di sisi barat saja. Nantinya pedestrian di atas drainase akan ditutup untuk memperlebar jalur cepat Jalan Dr Moewardi sehingga hanya menyisakan sekitar 60-80 sentimeter atau untuk satu orang pejalan kaki saja. “Drainasenya itu sudah cukup besar jadi hanya dinormalisasi saja. Itu nanti kita tutup untuk memperlebar jalur cepat. Masak orang yang tinggal di sana mau keluar langsung ketemu jalur cepat?” katanya.

1
2
BAGIKAN