JOGLOSEMAR.CO Sport Sport Nasional Kisruh Kepemilikan Sragen United, Indika Sebut Pemilik Asli Laga FC Bukan Haruna

Kisruh Kepemilikan Sragen United, Indika Sebut Pemilik Asli Laga FC Bukan Haruna

2035
BAGIKAN
Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat bertemu dengan perwakilan Sragen United di depan ruang kerjanya, Rabu (1/3/2017). Foto : Dok Sragen United

SOLO—Komisaris Sragen United, Indika Wijaya Kusuma mengakui sengaja tidak menyelesaikan pembayaran atas pembelian lisensi klub Liga 2, Laga FC lantaran merasa ditipu selama proses berlangsung.

Dalam proses itu, dia hanya mendapatkan lisensi untuk bertanding di Liga 2. Namun badan hukum PT Laga Nusantara Mandiri tetap jadi milik Haruna Soemitro yang tertulis sebagai pemilik klub.

Ditemui Joglosemar Rabu (5/7) malam, Indika yang datang bersama dua rekannya mengaku menemukan fakta baru setelah terjadi proses penandatanganan pengalihan lisensi dari klub Laga FC ke Sragen United di Hotel Aston Solo, 27 Februari lalu. Informasi yang didapatnya, pemilik asli Laga FC bukanlah Haruna Soemitro, melainkan dua orang asal Surabaya, yakni dr Wardi Azhari Siagian dan Giri Bayu Kusumah.

“Justru sebenarnya saya yang ditipu dalam proses jual beli ini. Dulu saya tetap tanda tangan karena terus ditekan Pak Haruna dan seorang staf BOPI (Badan Olahraga Profesional Indonesia) bernama Ridjaldie. Notaris saya pun sudah kasih tahu jika dalam proses pembelian itu kita hanya dapat angin (kosong). Lha sekarang ya saya bayarnya pakai angin (kosong),” terang Indika.

Meski saat ini pengelolaan sudah dilimpahkan ke Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jateng atas rekomendasi PSSI lewat surat bernomor 1615/UDN/920/VII-2017 dan persetujuan dari PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) melalui surat bernomor 161/LIB/VII/2017, Indika masih berhasrat mengelola Sragen United.

Bahkan dalam waktu dekat pihaknya akan menemui dua pemilik asli Laga FC, dr Wardi dan Giri Bayu di Surabaya. Pihaknya akan melakukan negosiasi ulang terkait nilai dari proses jual beli ini yang sebelumnya menyentuh angka Rp 5 miliar yang dibayarkan dalam enam tahap.

“Saya akan lakukan negosiasi ulang dengan pemilik asli yaitu dr Wardi dan Giri Bayu. Bukan dengan Pak Haruna lagi. Biar semuanya lebih jelas dan saya tidak hanya dapat angin lagi,” ucap Indika.

“Saya pun juga mempertanyakan sikap dari PSSI yang memberi rekomendasi agar pengelolaan diserahkan ke Asprov PSSI Jateng. Kalau masalah tunggakan gaji, banyak klub Liga 1 dan Liga 2 yang nunggak juga. Tapi kenapa yang disudutkan hanya Sragen United saja. Sebenarnya ada apa?” lanjutnya.

Dok
DUGAAN PENIPUAN–Pemilik Laga FC, Haruna Soemitro (kanan) saat menyerahkan secara simbolis data pembelian lisensi klub kepada Indika Wijaya Kusuma di Hotel Aston Solo, 27 Februari lalu.

Terkait hal itu, Haruna saat dikonfirmasi hanya tertawa. Dia mengaku tidak perlu menanggapi statement Indika tentang kepemilikan klub, apalagi rencananya bertemu dengan dr Wardi dan Giri Bayu.

“Saat proses jual beli, sudah saya tunjukkan akta Laga FC atas nama saya. Kalau memang proses beli hanya dapat lisensi, kenapa protesnya baru sekarang. Kalau seperti ini kan berarti saya tidak perlu menanggapi omongan orang gila,” kata Haruna.

Soal beredarnya kabar jika laporan terhadap Indika atas tindak penipuan ke Polda Metro Jaya telah dicabut, Haruna langsung membantahnya. Laporan yang dibuatnya pada April itu saat ini belum dicabut. Tidak adanya tindakan pada Mei dan Juni lebih karena dia berusaha menjalin komunikasi dengan Indika.

“Laporan itu saya buat bulan April dan tidak pernah saya cabut. Tunggu saja (ditangkap polisi),” jelas Haruna.

“Kasusnya bukan hanya ini saja. Saya malam ini (kemarin) juga dapat telepon dari Polres Pacitan jika ternyata di sana Indika juga melakukan penipuan terhadap tiga hotel,” tambahnya.

Selain Haruna, sejumlah mantan pengurus Sragen United juga merasa ditipu selama proses transaksi pembelian lisensi Laga FC. Mulai Andi Anamnova yang pernah menjabat sebagai Ketua Panpel Sragen United, Yuli (mantan bendahara), Ridjaldie (mantan CEO), hingga seorang pengusaha asal Jakarta, Sugiyanto Aldi yang ceknya digunakan Indika sebagai tanda bukti pembayaran ke Haruna.

Mayoritas dari mereka mengaku sudah mengeluarkan banyak uang untuk membantu Indika dalam menyelesaikan proses pembelian tersebut.

“Saat ini kami sedang berkumpul di Sragen untuk membicarakan masalah penyelesaian uang yang jadi hak kami, yang dulu digunakan Indika selama proses pembelian lisensi klub,” ucap mantan Panpel Sragen United, Andi Anamnova.

Nofik Lukman Hakim