JOGLOSEMAR.CO Lifestyle Makin Manis Berbatik di Bulan Syawal

Makin Manis Berbatik di Bulan Syawal

107
BAGIKAN
Untuk motif batik yang didominasi warna biru tersebut pilihannya jatuh pada motif piring, cinde dan mega mendung. Foto-foto : Dok Joko Ssp

Masih dalam suasana Lebaran atau Syawal seperti ini, tampaknya busana yang masih digandrungi oleh kaum wanita yakni yang berbau modest fashion atau busana santun, atau lebih akrabnya disebut Muslim fashion.

Hal tersebut juga terjadi dengan beberapa customer dari fashion designer dari Kota Solo, Joko Ssp (Semarak Seni Persada).

Dia mengatakan untuk saat ini pilihan lengan panjang atau ukuran 7/8 maupun 3/4 masih digemari oleh customer-nya. Sementara untuk celana juga yang berukuran longgar. Adapun warna pastel masih menjadi incaran para penikmat fashion.

“Untuk model yang minim seperti baju tanpa lengan belum dicari. Warna-warna menyala seperti merah pun juga masih kalah dengan warna kalem seperti pastel dan lainnya,” kata dia.

Joko menyatakan saat ini kombinasi motif batik juga masih diminati oleh customer-nya. Ia berujar yang menjadi favorit yakni batik biru muda campur, bermotif horizontal dengan potongan baju A simetris. Menurutnya warna biru disukai oleh customer karena tidak terlalu klasik dan dapat digunakan untuk segala suasana.

Untuk motif batik yang didominasi warna biru tersebut pilihannya jatuh pada motif piring, cinde dan mega mendung. Foto-foto : Dok Joko Ssp

Itulah mengapa, pada momen sebelum Lebaran lalu, pria bernama Joko Budi Santoso ini merilis koleksinya tersebut bertema Biruku. Selain warna biru, dia juga memadupadankan dengan warna putih polos. Untuk motif batik yang didominasi warna biru tersebut pilihannya jatuh pada motif piring, cinde dan mega mendung.

“Sampai sekarang batik masih mendominasi fashion. Inovasi dari batik sendiri itulah yang membuat pelanggan tertarik jadi bisa lebih fleksibel dan banyak pilihan,” ungkapnya.

Joko menerangkan dari baju yang ia rancang merupakan kombinasi 60 persen batik sementara sisanya adalah kain. Jenis kain yang dipakai pun bermacam-macam sesuai dengan modelnya.

Untuk motif batik yang didominasi warna biru tersebut pilihannya jatuh pada motif piring, cinde dan mega mendung. Foto-foto : Dok Joko Ssp

Bila modelnya baju jatuh, maka yang digunakan adalah batik sutra dengan kombinasi warna sifon. Sementara untuk ready to wear biasanya dipadukan antara katun biasa dan katun Jepang.

“Sekarang semuanya lebih cari yang simple. Jadi baju itu bisa digunakan untuk keseharian bisa juga buat acara resmi,”ulasnya.

Pada koleksinya ini, dia menambahkan penutup kepala untuk busana ready to wear. Penutup kepala simple bergaya turban  ini makin mempermanis koleksi Joko Ssp.

Dynda Wahyu Wardhani