Mengharukan, Petani Yang Tewas Dilindas 2 Pelajar Ternyata Ekonomi Tidak Mampu....

Mengharukan, Petani Yang Tewas Dilindas 2 Pelajar Ternyata Ekonomi Tidak Mampu. Anaknya Masih Kecil-Kecil..

7073
Tim PMI Sragen saat mengantarkan jenasah korban kecelekaan karambol ke rumah duka, Sabtu (15/7/2017) malam. Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN– Kecelakaan maut yang melibatkan tiga kendaraan sepeda
motor terjadi di ruas jalur Tangen-Paldalpang Desa Klandungan, Ngrampal, yang menewaskan satu warga asal Klandungan, (15/7/2017) malam membuka fakta mengharukan. Selain disambut isak tangis kerabat dan warga, kepergian Suwandi (59) warga Dukuh Gandrung RT 2/1, Klandungan dengan cara tragis itu juga menguak sisi menyedihkan dari pria yang berprofesi sebagai petani itu.

Korban yang tewas digasak dua pelajar bermotor secara beruntun itu ternyata diketahui berekonomi tidak mampu. Hal itu diketahui dari kondisi rumahnya yang sederhana dan jauh dari kemewahan.

Fakta miris itu juga diperkuat dengan temuan tim Sukarelawan PMI yang ikut mengevakuasi jasad korban, dan menemukan dompet yang dibawa korban hanya berisi identitas dan KTP saja tanpa ada uang atau surat berharga.

“Iya, saat kami evakuasi di lokasi kejadian, dompet korban nggak ada isinya selain KTP dan identitas saja. Ini yang menguatkan keyakinan kami bahwa kondisi ekonominya memang tidak mampu, ” papar Koordinator Sukarelawan PMI Sragen, Endro seusai mengantar jenasah korban ke kerabatnya, malam itu.

Berkat KTP itulah tim berinisiatif langsung mengantar jenasah korban ke rumah duka sesaat setelah visum.

Fakta menyedihkan lainnya, korban yang berusia hampir kepala enam itu, ternyata juga meninggalkan anak-anak yang masih kecil-kecil. Saat ditemui di rumah duka, hanya kerabat dan warga yang menyambut dengan isak tangis.

Baca Juga :  Terkuak, Motif Teror Penembakan di Sragen Ternyata Diduga Karena Ini

Sedangkan anaknya maupun istri tidak terlihat. Menurut salah satu adik korban, korban memang terlambat menikah sehingga anaknya masih kecil-kecil meski usianya sudah lewat paruh baya.

“Menurut keterangan kerabat memang seperti itu, ” terang Endro.

Kondisi ekonomi tidak mampu juga terlihat dari sepeda motor butut yang dikendarai korban saat kejadian. Sepeda motor Yamaha 75 yang dikendarainya akhirnya hancur setelah dilindas dua motor baru milik kedua pelajar penabrak.

Kepergian Suwandi juga memantik duka bagi warga sekitar yang setia menyambut kedatangan jenasah meski sudah larut malam. Mayoritas tak menyangka pria yang dikenal pekerja keras itu tewas dengan cara tragis.

Jenasah kemudian dimakamkan di pemakaman umum dukuh setempat. Seperti diketahui, Suwandi (59) warga Dukuh Gandrung RT 2/1, Desa Klandungan, Ngrampal tewas setelah digasak dua pelajar mengendarai motor secara beruntun sekira pukul 21.30 WIB.

Kedua penabrak sama-sama diketahui masih pelajar di bawah umur masing-masing, Ais Yuri Andiyanto (16) asal DUkuh Bugel RT 14, Desa Dukuh, Tangen dan Fiqih Amri Safudin (16) warga Dukuh Sokorejo RT 10/2, Desa Ngepringan, Jenar.

Malam itu korban mengendarai sepeda motor Yamaha 75 AD 3226 YN, Ais Yuri mengendarai Honda Vario AD 2935 ABE dan Fiqih mengendarai Honda Scoopy AD 5089 BEE.

Baca Juga :  Kenekatan Siswa SMP di Sragen Bakar Klinik Milik Orang Tua, Ternyata Ini Penyebabnya

Berdasarkan keterangan warga,kecelakaan bermula ketika ketiga motor sama-sama melaju dari arah utara dengan posisi korban di depan, disusul pengendara Vario dan paling belakang pengendara Scoopy. Korban melaju dengan kecepatan sedang sementara dua pelajar di belakangnya melaju dalam kecepatan agak kencang.

Sesampai di lokasi kejadian, korban bermaksud belok ke kanan. Namun karena jarak yang terlalu dekat, dua pelajar di belakangnya kaget dan tidak sigap menguasai kendaraannya. Tabrakan hebat pun tak terhindarkan.

Pelajar yang di belakang korban langsung menggasak motor dan tubuh korban hingga terkapar di tengah jalan. Nahasnya, korban yang sudah terlindas, kembali digasak pelajar kedua yang mengendarai Scoopy.

Korban yang mengalami luka parah di bagian kepala, leher patah dan sekujur tubuhnya luka terlindas itu akhirnya meninggal di lokasi kejadian. Sedangkan kedua pelajar mengalami luka-luka dan dilarikan ke klinik swasta di Desa Plumbon.

Kasatlantas Polres Sragen AKP Dwi Erna Rustanti melalui Kanit Laka Iptu Sudarmaji menyampaikan tabrakan beruntun itu dipicu oleh kondisi kendaraan yang melaju beriringan dalam jarak cukup dekat. Ketika pengendara paling depan hendak belok kanan, dua pengendara di belakangnya tak sigap dan kemudian menabrak secara beruntun.

“Satu korban yang paling depan meninggal di lokasi kejadian. Sedangkan.yang dua luka –luka,” paparnya. Wardoyo

Advertisements
BAGIKAN