JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Nasib Dana Alokasi Khusus Rp 17 Miliar Ditentukan Empat Hari

Nasib Dana Alokasi Khusus Rp 17 Miliar Ditentukan Empat Hari

239
BAGIKAN
Joglosemar | Dok
ilustrasi perbaikan jalan

SRAGEN – Pemkab secara mengejutkan kembali memutuskan untuk melakukan lelang ulang (Retender) satu proyek beranggaran dana alokasi khusus (DAK) pusat tahun 2017.

Dengan lelang ulang satu proyek untuk kali kedua itu, kini nasib pencairan DAK untuk infrastruktur Sragen di 2017 tinggal bergantung pada empat proyek DAK yang sudah ada pemenangnya.

“Besok Hari Senin kita umumkan yang empat proyek DAK. Masa sanggah sudah lewat dan Alhamdulilah tidak ada yang menyanggah. Yang satu masih ada harus retender karena ternyata syarat dukungan wiremesh itu dari perusahaan yang tidak mempunyai SNI,” papar Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati usai menghadiri halal bihalal PGRI Sabtu (15/7/2017).

Kendati begitu, ia tetap optimis target penyerapan anggaran minimal 75 persen dari 30 persen dana awal DAK yang dipatok paling lambat 21 Juli, masih bisa terkejar.

“Kita akan push di 4 yang sudah oke ini. Saya tanya LPBJ, hari Senin besok langsung SPK dan Bank Jateng siap untuk jaminan bisa diproses satu hari. Insyallah 21 Juli target penyerapan Rp 4,9 miliar bisa,” tuturnya.

Sekda Sragen, Tatag Prabawanto menyampaikan tidak masalah untuk satu proyek DAK yang terpaksa harus diretender dan dua kali retender dirasa juga tidak melanggar aturan.

Pasalnya, dari lelang ulang pertama, rekanan yang mendaftar tidak ada yang memenuhi persyaratan dukungan sesuai yang ditentukan.

Satu paket proyek DAK yang belum diumumkan itu adalah perbaikan jalan Kroyo-Mlokolegi, Karangmalang yang berpagu anggaran Rp 4,03 miliar.

Dengan prediksi 17 Juli SPK diterbitkan, praktis rekanan hanya tinggal punya waktu 4 hari untuk menyerap Rp 4,9 miliar. Jika tidak tercapai, maka Rp 17 M DAK Sragen tidak akan ditransfer oleh pusat.

Anggota Komisi III DPRD, Muh Haris Effendi menilai Komisi III akan mengawal seluruh progress 4 proyek DAK itu. Karena itu akan sangat menentukan nasib DAK Sragen. Karenanya timnya akan terjun ke lapangan memantau 4 hari pelaksanaan 4 proyek itu.

Ahli Pengadaan Barang dan Jasa di Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP), Supartono berharap DPRD menjalankan fungsi kontrol terhadap pengerjaan proyek DAK yang sudah diretender itu.

“Karena kemarin hasil evaluasi memutuskan harus lelang ulang dengan perubahan spesifikasi, ya nanti di lapangan tinggal di-cocokne. Munine di dokumen piye, misalnya wiremesh harus dari produsen A, betul dari produsen A apa enggak,”  paparnya.

Wardoyo