JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar Pabrik Minyak Goreng “Azaria” Karanganyar Digerebek Polisi. Ternyata Produk Ilegal

Pabrik Minyak Goreng “Azaria” Karanganyar Digerebek Polisi. Ternyata Produk Ilegal

1413
BAGIKAN
Kapolres Karanganyar, AKBP Ade Safri Simanjuntak saat menggelar konferensi pers penggerebekan pabrik pengemasan minyak goreng “Azaria” di PT KMS yang diduga ilegal, Selasa (11/7/2017). Joglosemar/Wardoyo

KARANGANYAR– Tim Satgas Mafia Pangan Polres Karanganyar menggerebek sebuah pabrik pengemasan minyak goreng (Migor) merek “Azaria” illegal milik PT KMS di wilayah Papahan, Tasikmadu, Karanganyar, Selasa (11/7/2017). Selain menyita 5.814 paket kemasan produk migor, tim juga memastikan telah menyegel pabrik itu.

Pabrik migor kemasan itu digerebek karena kedapatan tidak memiliki izin usaha produksi (IUP) dan produknya dinyatakan illegal lantaran tidak memiliki izin edar. Ironisnya, usaha migor kemasan tak berizin itu sudah berlangsung beberapa bulan dengan wilayah edar se-Eks Karesidenan Surakarta.

Praktik ilegal di PT KMS itu terbongkar berkat kecurigaan tim Satgas Mafia Pangan Polres yang mendapatkan laporan beredarnya migor merek “Azaria” yang tidak disertai izin edar dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Berawal dari itulah, tim langsung diterjunkan melakukan pelacakan dan setelah menemukan lokasi pabrik,akhirnya dilanjutkan dengan penggerebekan.

“Pabriknya langsung kita gerebek dan disegel karena terbukti memang tidak memiliki Surat Ijin Usaha Produksi (SIUP) dan produknya tidak dilengkapi dengan izin edar dari BPOM. Dari gelar perkara, kita sudah menetapkan Direktur Utama sebagai penanggungjawab pabrik sebagai tersangka,” papar Kapolres Karanganyar, AKBP Ade Safri Simanjuntak,
Selasa (11/7/2017).

Kapolres menguraikan dari penggerebekan di lokasi kejadian, tim menyita sedikitnya 5.814 paket migor kemasan dalam berbagai ukuran.

Berdasarkan hasil penyelidikan, pabrik itu berproduksi dengan mekanisme membeli minyak goreng curah dari industry kemudian dikemas dalam kemasan berbagai ukuran dengan menambahkan label merek “Azaria”. Akan tetapi dalam prosesnya, tidak ada SIUP serta izin edar dari BPOM.

Menurut Kapolres kadar cloud point minyak goreng itu 7-8 dengan titik
beku 7 derajat celcius hingga 8 derajat celcius. Produk migor itu dikemas dalam bentul kemasan refill, botol, hingga jeriken berbagai ukuran. Bahan baku didatangkan dari PT KIAS yang diketahui berada di Surabaya.

“Penjualannya melalui distributor ke pasar tradisional, toko maupun minimarket hampir di semua wilayah Eks Karesidenan Surakarta. Dari pengakuan penanggungjawab, peredarannya di wilayah Sragen, Karanganyar, Sukoharjo, Klaten, dan Wonogiri. Strategi penjualan
menggunakan sales atau menawarkan produk kepada pedagang,” terang Kapolres.

Lebih lanjut, Kapolres menguraikan penggerebekan itu sebagai langkah proaktif Polres untuk memberi jaminan bagi konsumen maupun masyarakat terkait produk pangan yang resmi dan aman. Wardoyo