Pasoepati Masih Bingung Sanksi Komdis PSSI

Pasoepati Masih Bingung Sanksi Komdis PSSI

219
Aksi dukungan kreatif suporter pasoepati untuk Persis Solo | dok.Joglosemar

SOLO – Laga Persis Solo melawan PSIS Semarang dalam lanjutan Liga 2 di Stadion Manahan Solo, Kamis (6/7/2017) mendatang, bukan saja pertunjukan di atas lapangan hijau. Di tribun penonton, suporter kedua kesebelasan siap unjuk kreativitas.

Pasoepati sebagai tuan rumah tentu tak mau “dipermalukan” suporter tamu. Mereka sudah siap memberikan dukungan penuh kepada Persis Solo dengan aksi-aksi menarik, seperti saat laga kandang lawan PPSM Magelang, bulan April lalu.

“Kami siap all out memberikan dukungan di pertandingan kandang kedua. Kami berharap Persis Solo tampil fight dan kembali meraih kemenangan,” terang Wakil Presiden Pasoepati, Ginda Ferachtriawan, Sabtu (1/7/2017) sore.

Baca Juga :  Juliyatmono Bangga Karanganyar Jadi Tuan Rumah Audisi Djarum Beasiswa Bulutangkis

Hanya saja, Ginda mengaku pihaknya masih bingung dengan sanksi dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI yang melarang suporter Persis Solo mengenakan atribut dalam tiga pertandingan Liga 2. Apakah hanya berlaku untuk pertandingan tandang saja atau juga pertandingan kandang.

Pasalnya, sanksi itu dijatuhkan Komdis PSSI gara-gara oknum suporter Persis Solo dinilai membuat ulah saat pertandingan tandang melawan Persiba Bantul di Stadion Sultan Agung Bantul, 7 Mei lalu.

Baca Juga :  Enam Bus dan Tiga Mobil Rusak, DPP Pasoepati Akan Berupaya Bantu Korban

Untuk itu, pada Minggu (2/7/2017) malam, Pasoepati akan menggelar pertemuan dengan manajemen Persis Solo.

“Pertemuan itu untuk menyamakan persepsi dengan manajemen. Kalau memang tidak boleh mengenakan atribut suporter, baiknya seperti apa. Usulan dari arus bawah ada beberapa pilihan. Salah satunya mengenakan baju batik. Besok akan dibicarakan,” jelasnya.

Nofik Lukman Hakim

Advertisements
BAGIKAN