JOGLOSEMAR.CO Foto Pedagang Kottabarat Akan Dipindah, Ini Penjelasan Walikota

Pedagang Kottabarat Akan Dipindah, Ini Penjelasan Walikota

161
BAGIKAN
Joglosemar | Kurniawan Arie Wibowo
PENERTIBAN LAPAK PKL – Sejumlah anggota Linmas membantu petugas dari Dinas Perdagangan Kota Surakarta melakukan pembongkaran kios milik pedagang kaki lima saat digelar penertiban di jalan Demangan, Sangkrah, Pasar Kliwon, Surakarta, Senin (3/7/2017). 

SOLO – Pemerintah  Kota (Pemkot) Surakarta akan memindahkan pedagang kaki lima (PKL) Jalan Dr. Moewardi malam hari di sisi timur dan barat ke sebelah selatan Lapangan Kottabarat.

Nantinya lokasi yang sekarang dipakai PKL akan dibongkar dan akan diperluas ke timur untuk proyek flyover Manahan.

“Untuk PKL di sana akan kita taruh atau dipindahkan ke sebelah selatan Lapangan Kottabarat,” terang Walikota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo, Selasa (18/7/2017).

Pemindahan PKL ini dilakukan untuk kepentingan yang lebih besar dalam hal ini proyek pengendali macet di kawasan tersebut. Jumlah PKL di kawasan itu tidak sampai ratusan hanya puluhan pedagang saja, baik yang di sisi timur ataupun barat.

“Pedagang tidak boleh menghalang-halangi. Ini proyek untuk kepentingan yang lebih besar dalam hal ini masyarakat luas,” kata Walikota.

Dijelaskan dia, nantinya di sepanjang Jalan Dr. Moewardi akan bebas PKL saat malam hari. Para pedagang akan dipindah jadi satu di lokasi sebelah selatan Lapangan Kottabarat.

Setelah itu pagar lapangan Kottabarat akan digeser ke arah timur sekitar 3 meter atau sampai perlintasan lari. Pelebaran jalan dilakukan mulai dari Hotel Agas sampai Lapangan Kottabarat.

“Itu pagarnya nanti akan mundur sampai perlintasan lari. Bahkan akan kita paving agar lebih bagus dan bisa dipakai, kita sudah menyediakan dana Rp 5 miliar untuk penataan disana,” imbuhnya.

Lanjut dia, akan ada sosialisasi pemindahan PKL dan pergeseran pagar lapangan Kottabarat serta tiang listrik. Saat ini pemkot tengah menunggu tim appraisal terkait pembebasan lahan Hotel Agas yang terdampak proyek flyover.