JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Penganut Embrio Ormas Radikal di Sragen disebut Sudah Mencapai Ratusan Orang. Begini...

Penganut Embrio Ormas Radikal di Sragen disebut Sudah Mencapai Ratusan Orang. Begini Pola Rekrutmennya. .

488
BAGIKAN
Muhammad Fadlan. Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN– Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sragen mendukung langkah tegas pemerintah untuk menertibkan dan membubarkan organisasi kemasyarakatan (Ormas) beraliran radikal atau anti Pancasila. Dukungan itu dilontarkan mengingat dari kacamata MUI, saat ini jumlah penganut embrio Ormas Radikal di Sragen ditengarai sudah mencapai ratusan orang.

Hal itu disampaikan Sekretaris MUI Sragen, Muh Fadlan, Jumat (14/7/2017). Kepada wartawan, ia mengungkapkan perihal keberadaan Ormas Radikal yang masuk kategori untuk dibubarkan berdasarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017, di Sragen sejauh ini memang belum ada. Hasil koordinasinya ke Kesbangpolinmas, memang tidak ada Ormas Radikal yang tercatat secara kelembagaan di Sragen.

Meski demikian, pihaknya memastikan embrio Ormas yang layak dibubarkan itu sebenarnya sudah lama muncul dan terdeteksi di Bumi Sukowati. Bahkan, dari pengamatannya, penganut aliran radikal yang merupakan embrio dari Ormas antipancasila itu sudah menjamur dengan jumlah mencapai ratusan.

“Kalau dari kelembagaan, memang tidak ada Ormas-ormas itu (radikal) yang terdaftar di Kesbangpolinmas. Tapi orang-orang penganut aliran embrio Ormas Radikal itu ada dan gerakannya sudah nyata. Jumlahnya tak hanya puluhan tapi sudah di atas 100 orang,” paparnya.

Fadlan bahkan memastikan dari ratusan penganut embrio aliran Ormas Radikal itu tidak hanya dari warga biasa, namun juga sebagian adalah tokoh-tokoh terkemuka. Hanya saja, selama ini, gerakan mereka belum terlihat secara kentara namun pola rekrutmen dan doktrinasi ideologinya terlihat berjalan secara massif.

Ia juga mengungkap bahwa ratusan penganut itu sudah menyebar mulai dari wilayah perkotaan hingga pedesaan. Pola doktrinasi dan ajakannya terdeteksi menggunakan media pertemuan, pengajian bahkan lewat sekolah-sekolah maupun pondok pesantren.

Atas dasar itulah, pihaknya mendukung penuh langkah penerbitan Perppu dan pembubaran Ormas-Ormas Antipancasila. Bahkan MUI Sragen siap mengawal pembubaran Ormas radikal itu dan siap memberikan pelurusan pemahaman kepada mereka para penganutnya. Menurutnya dukungan itu semata-mata diberikan demi menegakkan NKRI serta menghindarkan negara dari rongrongan pihak yang ingin menggantikan Pancasila dengan ideologi lain.

”Kalau soal sosialisasi kan tugasnya pemerintah. MUI dalam hal ini berperan melakukan pembinaan, bersama-sama, ada pelurusan, diskusi, supaya ada pelurusan pemahaman,” ujarnya.

Pernyataan itu disampaikan menyusul penegasan dari Komandan Korem (Danrem) 074/Warastratama, Kolonel Inf Widi Prasetijono, yang menekankan TNI siap mengawal program pemerintah termasuk pembubaran Ormas radikal. Danrem menyampaikan pada prinsipnya TNI harus mengawal setiap program pemerintah dalam rangka menjaga stabilitas wilayah.

”Tugas untuk melakukan sosialisasi Perppu tersebut adalah tanggungjawab pemerintah daerah dibawah kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol). Namun TNI tetap harus ikut terlibat guna mendukung kebijakan tersebut,” ujarnya. Wardoyo