JOGLOSEMAR.CO Daerah Boyolali Polisi Ringkus Perampok Sadis di Cepogo, Dua Pelaku Ditembak

Polisi Ringkus Perampok Sadis di Cepogo, Dua Pelaku Ditembak

565
BAGIKAN
ilustrasi pistol. Foto : news24

BOYOLALI – Komplotan perampok bersenjata tajam yang melakukan perampokan hingga mengakibatkan satu korban tewas di Cepogo awal  Juni lalu, akhirnya berhasil  ditangkap oleh petugas.

Tim Opsnal Polres Boyolali dan Opsnal Polda Jateng berhasil meringkus empat  orang kawanan perampok sadis tersebut. Kapolres Boyolali AKBP Aries Andhie mengatakan, keempat pelaku diringkus di tiga lokasi berbeda di Magelang pada Selasa (4/7/2017).

Keempat pelaku yang dibekuk berinisial B, STY (28), AHR (32) dan RSD (42). Menurut Kapolres, petugas terpaksa menembak kaki dua pelaku, lantaran berupaya melarikan diri pada saat penangkapan.

“Dari hasil penangkapan itu,  petugas berhasil mengamankan sejumlah barang  bukti seperti jaket, sebo atau penutup wajah, sepeda motor, parang hingga senjata api rakitan yang digunakan pelaku untuk menembak korban hingga tewas di Desa Paras, Cepogo pada tanggal 3 Juni lalu,” terang Kapolres, Rabu (5/7/2017).

Lebih lanjut, Kapolres  menyampaikan, selain empat pelaku yang ditangkap, masih ada pelaku lain. Kini polisi masih terus memburu pelaku lain yang menjadi jaringan komplotan perampok.

Menurut Kapolres, komplotan ini telah melakukan sejumlah aksi perampokan di wilayah hukum Polres Boyolali. Salah satu aksi perampokan terhadap juragan sembako di Dukuh Krajan Kidul, Desa Paras, Cepogo H Suparmo (62) yang menewaskan Tri Darmoko,  anak kandung korban pada Sabtu (3/6/2017) lalu.

“Saat ini kami masih terus mengembangkan penyelidikan dan memburu pelaku lain yang diduga terlibat dalam aksi perampokan tersebut,” jelas Kapolres.

Aries Andhi menyebutkan, komplotan ini telah merampok sebanyak empat kali di wilayah Boyolali, yakni tiga kali di wilayah Kecamatan Cepogo dan satu kali di Kecamatan Kemusu.

Menurut dia, aksi perampokan di Kemusu menjelang Lebaran tahun 2017. Targetnya seorang pedagang pasar dan berhasil membawa kabur uang tunai sekitar Rp 17 juta.

Kapolres menambahkan, komplotan perampok ini berjumlah hingga 10 orang. Mereka memiliki peran masing-masing, di antaranya ada yang bertindak sebagai pencari korban yang menjadi sasaran, ada yang berperan melakukan pantauan untuk pengamatan, ada yang membantu pelaku saat akan melarikan diri.

Satria Utama