JOGLOSEMAR.CO Foto Ratusan Pedagang Masih Berjualan di Lokasi Terlarang

Ratusan Pedagang Masih Berjualan di Lokasi Terlarang

67
BAGIKAN
Joglosemar | Kurniawan Arie Wibowo
PENERTIBAN LAPAK PKL – Sejumlah anggota Linmas membantu petugas dari Dinas Perdagangan Kota Surakarta melakukan pembongkaran kios milik pedagang kaki lima saat digelar penertiban di jalan Demangan, Sangkrah, Pasar Kliwon, Surakarta, Senin (3/7). Sebanyak 32 pedagang kaki lima dan oprokan ditertibkan dalam kegiatan tersebut.

SOLO – Pemkot Surakarta mencatat masih ada ratusan PKL yang berjualan di ruang publik yang terlarang untuk berjualan.

“Keberadaan mereka telah melanggar. Di mana mendirikan bangunan di atas saluran air, taman kota dan jalur lambat,” ujar Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Surakarta, Subagiyo kepada wartawan, Senin (3/7/2017).

Nantinya lokasi yang dipakai PKL akan dikembalikan lagi seperti fungsinya, yakni sebagai saluran air, taman kota, dan jalur lambat.

“Masih ada sekitar ratusan PKL yang berjualan di ruang publik dan tersebar, nantinya mereka akan ditertibkan. Sehingga Solo punya banyak ruang terbuka hijau,” sambungnya.

Keberadaan mereka sudah cukup lama dan kebanyakan berasal dari luar Kota Solo, seperti Karanganyar, Boyolali, Sukoharjo dan daerah lain di sekitar Solo.

Sebenarnya penertiban PKL di kawasan Sangkrah, lanjut dia, sudah cukup lama dan akan dibongkar sebelum bulan puasa kemarin.

Namun saat dilakukan proses sosialisasi yang memakan waktu tiga bulan akhirnya disepakati pembongkaran dilakukan usai Lebaran.

“Mereka mendirikan bangunan semi permanen di ruang publik dan itu jelas tidak diperbolehkan dan termasuk pelanggaran. Direncanakan mereka akan menempati kios di Pasar Notoharjo. Jadi proses ini sudah dibahas di internal dan sosialisasi ke pedagang beberapa kali,” ungkap Subagiyo.

Pembongkaran dilakukan petugas gabungan dari Dinas Perdagangan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dibantu pedagang.

Joglosemar | Kurniawan Arie Wibowo
PENERTIBAN LAPAK PKL – Pedagang mengemasi barang dagangannya saat digelar penertiban pedagang kaki lima di jalan Demangan, Sangkrah, Pasar Kliwon, Surakarta, Senin (3/7). Sebanyak 32 pedagang kaki lima dan oprokan ditertibkan dalam kegiatan tersebut.

Barang-barang pedagang lantas diserahkan petugas kepada pemiliknya dengan diangkut kendaraan pick up atau truk milik pemkot. Nantinya barang tersebut akan disortir pedagang mana yang masih bisa dipakai dan mana yang tidak.

Pengawasan akan tetap dilakukan untuk mengantisipasi PKL berjualan lagi dan muncul PKL baru.

“Anggota Satlinmas akan dilibatkan untuk mengawasi lokasi ini. Jangan sampai hari ini (kemarin) bersih, besok-besok digunakan PKL lainnya,” kata Kepala Satpol PP Surakarta, Sutardjo.

Sementara itu salah satu Pedagang, Joko Priyanto tidak mempersoalkan penertiban yang dilakukan pemkot. Apalagi pedagang juga sudah diberikan alternatif lokasi berjualan.

“Semoga pelanggan tidak lari (pindah) setelah berjualan di lokasi baru,” pungkas pedagang asal Karanganyar ini.

#Ari Welianto