JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Revitalisasi Dalem Joyokusuman Dimulai, Ini Fokus Pengerjaan Awal

Revitalisasi Dalem Joyokusuman Dimulai, Ini Fokus Pengerjaan Awal

39
Joglosemar | Kurniawan Arie Wibowo
PEMBANGUNAN NDALEM JOYOKUSUMAN – Suasana di Dalem Joyokusuman, Gajahan, Pasar Kliwon, Surakarta, Senin (20/3/2017) lalu.

SOLO – Proses revitalisasi Dalem Joyokusuman di wilayah Gajahan sudah mulai dikerjakan dengan anggaran dari Pemerintah Pusat sebesar Rp 7 miliar. Fokus pengerjaan pada bangunan utama Dalem Pangeran.

“Itu sudah mulai dikerjakan tapi anggaran yang dari Pemerintah Pusat. Itu sekitar dua bulan lalu,” terang Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Surakarta, Endah Sitaresmi Suryandari, Kamis (13/7/2017).

Untuk pengerjaannya meliputi bangunan lojen, pendopo, pringgitan, kanopi, dan pintu gerbang.

Pengerjaan bangunan tersebut diutamakan karena kondisinya sudah rusak cukup parah, khususnya di bagian atap sehingga perlu penanganan secepatnya.

Nantinya tidak hanya bangunan inti saja yang dikerjakan pada tahun ini tapi juga penataan kawasan, seperti di bagian belakang lingkungan Dalam Joyokusuman.

Penataan kawasan akan dibiayai APBD Kota sebesar Rp 5 miliar. Endah menjelaskan saat ini baru dilakukan proses lelang dan diperkirakan bulan depan sudah bisa dikerjakan.

“Penataan kawasan juga dikerjakan dalam waktu dekat, ini baru proses lelang. Itu pakai dana APBD Kota, nanti juga koridor penghubung Dalam Joyokusuman dengan Jalan Veteran juga akan dikerjakan tapi tidak tahun ini karena anggarannya dari Provinsi,” imbuhnya.

Dalam detail engineering desain (DED) yang susun pada 2016 lalu, revitalisasi meliputi pembangunan patung Djojokusumo, pendapa, gedung teater, taman tengah, museum, guest house, dan kantor pengelola.

Untuk gedung teater sesuai rencana dibangun di atas tanah seluas 3.000 meter persegi dengan lokasi di bagian depan sisi timur Dalem Joyokusuman.

“Kita lakukan revitalisasi ini bertahap dan ditarget selesai 2019 nanti,” paparnya.

Kepada Bidang (Kabid) Cagar Budaya dan Permuseuman Dinas Kebudayaan Surakarta, Mufti Raharjo berharap Dalam Joyokusuman sudah bisa diakses masyarakat tahun 2019 mendatang. Nantinya lokasi ini akan dijadikan sebagai pusat seni dan kebudayaan.

“Untuk proses pembangunannya bertahap tidak satu tahun jadi. Tapi ditarget 2019 nanti sudah bisa beroperasi untuk masyarakat,” tandasnya.

#Ari Welianto

BAGIKAN