Sri Hartini : Banyak Pegawai Titipan di RSUD Klaten

Sri Hartini : Banyak Pegawai Titipan di RSUD Klaten

3383
Bupati Nonaktif Klaten Sri Hartini (kiri) yang menjadi terdakwa dalam kasus suap promosi dan mutasi jabatan berdiskusi dengan penasehat hukumnya, saat menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan, di Pengadilan Tipikor Semarang, Jawa Tengah, Senin (22/5). . ANTARA FOTO/R. Rekotomo/foc/17.

SEMARANG—Bupati Klaten nonaktif Sri Hartini mengungkapkan tentang banyaknya pegawai titipan di lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bagas Waras Klaten.

Hal tersebut diungkapkan ketika menanggapi kesaksian Direktur PDAM Klaten Limawan Budi Wibowo saat sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Jumat (7/7/2017).

“Dulu saudara pernah laporan kalau banyak titipan, termasuk dari Bu Wakil Bupati (Sri Mulyani),” katanya dalam sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua, Antonius Widjantono tersebut.

Baca Juga :  Bocah 9 Tahun Asal Klaten Pikat Pemandu Bakat Bulutangkis Djarum

Namun, pernyataan Hartini tersebut dibantah oleh saksi. Saksi menyatakan titipan pegawai baru di rumah sakit tersebut hanya berasal dari bupati. “Saya tetap pada keterangan yang mulia,” kata saksi kepada majelis hakim.

Dalam sidang tersebut dihadirkan sejumlah saksi yang mengaku telah menyetorkan sejumlah uang untuk masuk sebagai pegawai di sejumlah perusahaan daerah di Kabupaten Klaten. Salah seorang saksi, Purwanto mengaku, telah menyetor Rp 150 juta untuk menjadi pegawai PDAM. Ia mengaku menyetorkan uang melalui Sunarso yang tidak lain adalah sopir pribadi Hartini.

Baca Juga :  Bocah 9 Tahun Asal Klaten Pikat Pemandu Bakat Bulutangkis Djarum

Namun, hingga saat ini ia mengaku belum juga mendapat panggilan kerja di perusahaan daerah itu. Keterangan serupa disampaikan oleh Sri Sumarni yang sudah membayar Rp 70 juta agar anaknya bisa diterima sebagai pegawai di RSUD Bagas Waras.

“Anak saya lulusan D3. Bayar, ya harapannya bisa diterima jadi pegawai,” katanya.

Antara

Advertisements
BAGIKAN