Tenggelam di Luweng, Petani Asal Manyaran Tewas

    Tenggelam di Luweng, Petani Asal Manyaran Tewas

    39
    ilustrasi penemuan mayat

    WONOGIRI- Yahno (65) warga Dusun Gunungmas RT 3 RW 10 Kelurahan Pagutan, Kecamatan Manyaran tewas tenggelam, Jumat (14/7/2017).

    Dia diduga terpeleset masuk aliran luweng atau sungai bawah tanah saat mengambil air untuk menyemprot hama yang menyerang tanaman padi miliknya.

    Kapolres Wonogiri, AKBP Muhammad Tora melalui Kapolsek Manyaran Kompol I Made Mastika, Minggu (16/7) mengatakan, kronologis kejadian, sekitar pukul 07.00 WIB, korban berpamitan kepada istrinya Karmi (60) ke sawah hendak menyemprot hama. Namun hingga siang korban belum juga pulang. Karena khawatir, istri korban kemudian mencarinya ke sawah.

    Baca Juga :  Tujuh Pejabat Baru Sragen Ditantang Sejumlah Tugas Berat, Begini Kata Bupati

    Sesampainya di sawah, tepatnya di dekat sumber air atau luweng, dia mendapati alat penyemprot hama berada di bibir luweng, tapi suaminya tidak terlihat di sekitarnya.

    Dia kemudian melihat ke dalam mulut luweng, dan terlihat topi dan ember mengapung di atasnya. Melihat hal itu dia curiga, dan segera meminta bantuan warga sekitar.

    Oleh warga, dengan menggunakan sebatang bambu diperiksalah dasar luweng sedalam empat meter tersebut. Ternyata batang bambu menyentuh tubuh korban yang berada di dasar luweng.

    Baca Juga :  Wisuda FSRD ISI Surakarta Bertemakan Garden Party

    Selanjutnya, warga beramai-ramai melakukan evakuasi dengan alat seadanya, tubuh korban berhasil diangkat dari dalam luweng. Nahas korban sudah meninggal dunia.

    Kapolsek menyebutkan ada dugaan korban terpeleset saat akan mengambil dari luweng tersebut, kemudian tenggelam hingga meninggal dunia. Sementara hasil pemeriksaan medis tidak nampak adanya bekas penganiayaan.

    Aris Arianto

    BAGIKAN