JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Market Ternyata di Solo Terjadi Inflasi 0,87 Persen, Ini Penyebabnya!

Ternyata di Solo Terjadi Inflasi 0,87 Persen, Ini Penyebabnya!

51
BAGIKAN
Ilustrasi

SOLO—Angka inflasi Kota Solo selama periode Ramadan dan lebaran melonjak di angka 0,87 persen. Angka tersebut lebih tinggi dari bulan Juni di tahun 2016 lalu. Komoditas utama  penyumbang laju inflasi di antaranya adalah bawang putih, tarif listrik, angkutan udara, dan daging ayam ras.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Solo, R Bagus Rahmat Susanto mengatakan, tingginya laju inflasi itu lebih dipengaruhi oleh 111 komoditas kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan harga. Beberapa komoditas utama yang memberikan andil terhadap laju inflasi di antaranya adalah bawang putih 0,25 persen, tarif listrik 0,22 persen, angkutan udara 0,17 persen, dan daging ayam ras 0,11 persen.

“Dari pantauan harga yang kita lakukan selama periode Juni, angka inflasi Kota Solo yakni 0,87 persen. Atau melonjak cukup tinggi jika dibanding periode bulan sebelumnya yang hanya mencapai 0,33 persen,” ujarnya, Senin (3/7).

Sementara, dari enam kota di Provinsi Jateng yang dihitung indeks harga konsumennya (IHK), Kota Solo menduduki peringkat keempat tingginya angka inflasi. “Untuk inflasi tertinggi pada Kota Cilacap, yaitu mencapai 0,99 persen, Purwokerto 0,98 persen, dan kemudian disusul Tegal 0,9 persen,” jelasnya.

Salah satu penjual ayam ras di Pasar Legi, Maryani mengatakan, harga daging ayam ras merangkak naik saat lebaran. Kenaikannya tergolong signifikan hingga usai lebaran, terutama di pasar-pasar tradisional. Kenaikan ini terjadi karena pasokannya yang sedikit, bahkan karena adanya kelangkaan bibit ayam atau day old chicken (DOC) dari produsen. “Permintaan masih tinggi pasca lebaran ini, sedangkan pasokannya berkurang,” katanya. # Garudea Prabawati