TNI Tegaskan Siap Kawal Pembubaran Ormas

TNI Tegaskan Siap Kawal Pembubaran Ormas

26
Joglosemar | Wardoyo
KUNJUNGAN PERDANA—Komandan Korem Warastratama IV/Surakarta, Kolonel (Inf) Widi Prasetijono mendapat sambutan hangat ketika kunjungan dan pengarahan perdana di Makodim 0725/Sragen, Kamis (13/).

SRAGEN—Seluruh prajurit TNI di jajaran Kodim 0725/Sragen diminta mengawal kemungkinan pembubaran organisasi masyarakat (ormas) yang peraturannya sudah diterbitkan melalui Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu). Tidak hanya itu, seluruh jajaran Kodim juga diminta proaktif menjaga kondusivitas wilayah masing-masing.

Hal ini diungkapkan Danrem 074/Warastratama IV/Surakarta, Kolonel (Inf)  Widi Prasetijono usai memberikan pengarahan perdana kepada para prajurit, PNS, dan anggota Persit Candra Kirana di lingkungan Kodim 0725/Sragen, Kamis (13/7). Di sela-sela kunjungannya, mantan ajudan Presiden Jokowi itu menyampaikan, secara prinsip TNI harus siap mengawal setiap program pemerintah dalam rangka menjaga stabilitas wilayah.

Tidak terkecuali, keluarnya Perppu pembubaran ormas juga harus tetap dikawal. Karenanya pihaknya meminta jajaran Kodim juga mengawal wilayah masing-masing. “Saya malah belum baca Perppu (pembubaran ormas) tersebut. Tapi prinsipnya TNI harus mengawal setiap program pemerintah dalam rangka menjaga stabilitas wilayah,” ujarnya.

Baca Juga :  Curahan Hati Kecewanya Warga dan Tokoh Masaran Usai Tahu Jembatannya Batal Dibangun

Menurut Danrem baru ini, secara umum ia melihat kondisi eks Karesidenan Surakarta sebenarnya sudah kondusif meski potensi gangguan kamtibmas tetap ada. Perihal sosialisasi Perppu, menurutnya, nantinya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Meski begitu, TNI tetap harus ikut terlibat guna mendukung kebijakan tersebut.

Perihal peran TNI pasca keluarnya Perppu pembubaran ormas tersebut, Danrem menegaskan, TNI akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk langkah sosialisasi. “Kami sifatnya hanya mengawal saja. Apalagi saat ini masyarakat rentan dengan perbedaan, sehingga harus benar-benar dijaga kondusivitas wilayah,” tandasnya.

Baca Juga :  Kecelakaan Maut di Tikungan Jono. Digasak Pikap Ngeblong, 2 Pelajar SMP Tanon Tewas Mengenaskan

Saat berkunjung ke Sragen, Danrem juga berpesan kepada seluruh prajurit yang berkeinginan memasukkan anaknya menjadi anggota TNI, harus dipersiapkan sejak dini. Baik itu kemampuan akademik maupun kesehatannya. “Kami pastikan rekrutmen anggota TNI tidak membayar 1 rupiah pun. Mestinya kalau anak TNI bisa mempersiapkan sejak dini agar bisa lolos,” tuturnya.

Danrem meminta anggota mengikuti prosedur saat memasukkan anaknya mendaftar pendidikan TNI. Jangan sampai memanfaatkan kedekatan dengan komandan untuk melancarkan masuk rekrutmen TNI. # Wardoyo

 

Advertisements
BAGIKAN