JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Tragis, Nenek 78 Tahun Nekat Bunuh Diri Tabrakkan Diri ke Kereta Api....

Tragis, Nenek 78 Tahun Nekat Bunuh Diri Tabrakkan Diri ke Kereta Api. Jasadnya Tercecer di Perlintasan..

5478
BAGIKAN
EVAKUASI JASAD- Tim dari Polsek dan PMI Sragen saat melakukan evakuasi jasad nenek asal Jatisumo, Sambungmacan yang ditemukan berceceran di perlintasan kereta api di wilayah Nglorog, Sragen, karena bunuh diri, Jumat (14/7/2017). Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN– Warga di Kampung Bagan, Nglorog, Sragen digemparkan dengan aksi nekat seorang nenek bernama Siti Amilah (78) yang nekat bunuh diri dengan menabrakkan diri ke kereta api (KA) yang melintas di wilayah setempat, Jumat (14/7/2017) siang. Tragisnya, tubuh nenek asal Dukuh Pondok RT 14/1, Desa Jatisumo, Sambungmacan itu ditemukan hancur terpotong-potong berceceran di perlintasan.

Aksi menggemparkan itu diketahui sekitar pukul 13.03 WIB. Informasi yang dihimpun di lapangan, kejadian bunuh diri itu terjadi di perlintasan kereta api kilometer 231 petak Kebonromo tepatnya di Kampung Bagan, Nglorog. Berdasarkan keterangan warga di sekitar lokasi kejadian, aksi nenek renta itu berlangsung di luar sepengetahuan warga.

Warga hanya dikejutkan dengan suara benturan saat kereta melintas dan setelah dicek, ternyata ada tubuh yang terpotong-potong yang tak lain adalah jasad korban. Mendapati itu, warga langsung melaporkan ke petugas kepolisian terdekat yang tak lama berselang langsung menuju lokasi guna mengevakuasi jasad korban.

Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman melalui Kapolsek Sragen, AKP Suseno mengungkapkan dari lokasi kejadian ditemukan barang bukti yakni benda-benda milik korban yang berserakan.

“Ada dua lembar ketas yang ada tulisannya berisi nama korban berikut alamatnya,” paparnya kemarin.

Proses evakuasi kemarin melibatkan tim dari BPBD, PMI dan warga. Kapolsek menguraikan saat ditemukan, kondisi jasad korban memang sangat mengenaskan. Jasad yang dihantam kereta besi itu sudah dalam kondisi hancur dan terpotong-potong menjadi banyak bagian.

Bahkan, warga yang berada di lokasi, sampai tak tega melihat kondisi mengenaskan tersebut. Sementara Kepala Markas PMI Sragen, Dwi Purwanto melalui Koordinator Sukarelawan, Endro menyampaikan setelah dievakuasi, potongan tubuh korban kemudian dibawa ke RSUD Dr Soehadi Prijonegoro untuk dilakukan visum.

Menurut Kapolsek, hasil visum dari petugas medis dan hasil olah TKP, memang tidak ditemukan adanya kejanggalan maupun tanda-tanda kekerasan. Korban dipastikan meninggal akibat bunuh diri dengan cara menabrakkan diri ke kereta api yang melintas. “ Dari keterangan saksi-saksi dan kerabat dipastikan tidak ada sebab lain,” tukasnya. Wardoyo