Volume Kendaraan Menurun, Median Jalan Portabel di Boyolali Mulai Dicopot

Volume Kendaraan Menurun, Median Jalan Portabel di Boyolali Mulai Dicopot

34
Ilustrasi Water Barrier. Foto : Dok

BOYOLALI – Pemerintah Kabupaten Boyolali melalui Dinas Perhubungan (Dishub) setempat mulai mengurangi median jalan portabel (water barrier).

Pengurangan itu dilakukan lantaran menurunnya volume kendaraan pasca arus mudik dan balik Lebaran 2017.

Senin (3/7) kemarin, para petugas Dishub Boyolali mulai melepas median jalan portabel di jalur utama Solo-Semarang di dalam kota Boyolali, tepatnya pada kawasan Pasar Kota Boyolali.

Menurut Kasi Keselamatan pada Bidang Pengembangan dan Keselamatan Dishub Boyolali, Eka Wijananta, pengurangan water barrier secara keseluruhan akan dilakukan jika arus lalu lintas benar-benar telah kembali normal.

“Untuk sementara hanya kita ambil sebagian dan yang rusak-rusak saja. Pengambilan secara keseluruhan jika arus lalu lintas benar-benar kembali normal pasca arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini,” terangnya, Senin (3/7/2017).

Eka menambahkan, sebelum dibawa ke kantor Dishub Boyolali, isi water barrier dibuang lebih dulu. Hal itu dilakukan agar membawanya lebih ringan.

Baca Juga :  Warga Antusias Ikuti Pemeriksaan IVA

Ia menyampaikan,  pemasangan water barrier dilakukan sebagai persiapan jalur perlintasan arus mudik Lebaran tahun 2017 di Kabupaten Boyolali.

Persiapan dilakukan baik pada ruas jalan utama maupun jalur alternatif tol Solo-Kertosono (Soker). Untuk ruas jalan utama di wilayah Kabupaten Boyolali, baik pihak Polres Boyolali dan pemerintah daerah setempat terus melakukan persiapan.

Persiapan yang dilakukan di antaranya pendirian pos siaga dilengkapi dengan pos kesehatan baik di jalur utama maupun jalur alternatif di Karanggede-Gemolong (Sragen).

Pihak Dishub Boyolali memasang median jalan portable pada Jumat (16/6/2017) lalu. Pemasangan water barrier dilakukan oleh petugas Dishub Boyolali sebagai median portable pada jalur utama Solo-Boyolali-Semarang tepatnya di sepanjang perlintasan mulai dari bundaran Tugu Jam hingga perempatan Seiko.

Baca Juga :  Warga Antusias Ikuti Pemeriksaan IVA

Menurut Eka, sebanyak 70 unit median jalan dipasang pada jalur sepanjang 150 meter. Menurut dia, untuk jarak pemasangan sekitar satu meter.

“Pemasangan rambu peringatan portable itu sebagai himbauan bagi para pengendara agar tidak memutar di sembarang tempat yang berakibat kemacetan hingga terjadinya kecelakaan,” terang dia.

Lebih lanjut ia menyampaikan, perputaran di ruas jalan utama di dalam Kota Boyolali dianggapnya memang perlu ditutup.

Meski sebagian besar median jalan sudah ditutup, namun ada beberapa median yang masih dibuka, oleh sebab itu pihaknya akan menutupnya dengan barier dan memasang peringatan supaya pengendara berhati-hati.

“Selain untuk menjamin keamanan dan kelancaran lalu lintas, jumlah kendaraan di dalam Kota Boyolali dipastikan semakin padat menjelang perayaan Lebaran. Saat ini peningkatan jumlah kendaraan sudah mulai terlihat,” imbuh dia.

Satria Utama

Advertisements
BAGIKAN