JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar Warkop Mesum Yang Dihancurkan Warga Sragen-Karanganyar Ternyata Tarifnya Cuma Segini

Warkop Mesum Yang Dihancurkan Warga Sragen-Karanganyar Ternyata Tarifnya Cuma Segini

2594
BAGIKAN
Kondisi warung mesum di perbatasan Sragen-Karanganyar tepatnya di Kedungjeruk, Mojogedang, Karanganyar usai dihancurkan warga, Jumat (7/7/2017). Joglosemar/Wardoyo

KARANGANYAR– Penggerebekan warung kopi (Warkop) maksiat milik Pawiro Sukarno alias Hirno (73) di Dukuh Jatimulyo RT 18, Kedungjeruk, Mojogedang oleh warga Kamis (6/7/2017) akhirnya menguak praktik hitam yang selama ini terjadi di warkop itu. Saat diinterogasi warga dan aparat Polsek setempat usai penggerebekan, kakek pemilik warung itu akhirnya berterus terang telah menyewakan bilik-bilik untuk pasangan yang ingin berkencan.

Berdasarkan data yang dihimpun Joglosemar dari warga dan Polsek, saat disidang, Hirno mengakui memang masih menyewakan bilik di warung kopinya itu. Tarif yang dipatoknya memang sangat murah yakni hanya Ro 10.000 untuk satu kamar sekali booking.

Tarif super murah inilah yang diduga membuat bilik mesum Mbah Hirno selalu laris dibooking pasangan pecinta mesum. Bahkan dari keterangannya, pelanggan bilik mesum itu tidak hanya dari Karanganyar namun juga Sragen dan sekitarnya.

Di hadapan petugas, kakek itu juga mengakui selama ini kadang juga ada wanita PSK yang menyewa biliknya. Mereka menyewa untuk menunggu pria hidung belang yang membutuhkan jasa layanan mereka.

“Ngakunya sempat ada dua PSK yang mangkal juga di warung situ. Cuma memang nggak vulgar seperti lokalisasi. Warga sebenarnya sudah lama curiga juga dan beberapa kali memperingatkan tapi ternyata masih nekat, ” ujar Tri, salah satu warga.

Tidak hanya bilik mesum, warkop itu ternyata juga membuka untuk arena judi. Saat digerebek malam itu, juga ada beberapa orang yang sedang asyik berjudi.

Menurut Tri, warga dan karang taruna dari dua wilayah di perbatasan Sragen-Karanganyar akhirnya memang beramai-ramai menghancurkan dan merobohkan warung mesum milik Hirno itu Jumat (7/7/2017) pagi.

Warga kesal lantaran berulangkali diperingatkan dan sudah ada pernyataan tidak mengulangi, namun pemilik warung tetap nekat.

Terkait aksi pengrusakan itu, akhirnya diselesaikan secara damai. Hirno yang menyadari kesalahannya menyatakan tidak menuntut atas pengrusakan itu. Sedangkan warga mengingatkan jika masih nekat membuka lagi, maka rumahnya juga akan dibongkar. Wardoyo