JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo 1.235 Desa di Jateng Terancam Kekeringan

1.235 Desa di Jateng Terancam Kekeringan

75
BAGIKAN
Ilustrasi

SOLO – Sebanyak 1.235 desa/kelurahan di 266 kecamatan di Jawa Tengah (Jateng) diprediksi akan mengalami kekeringaan. Data tersebut merupakan hasil pemetaan yang sudah dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah dalam menghadapi musim kemarau.

“Bencana kekeringan dan krisis air bersih sudah melanda di sebagian wilayah Jateng. Kita sudah memetakan 226 kecamatan di 1.235 desa/kelurahan yang diprediksi kekeringan,” terang Kepala Pelaksana Harian (Kalahar) BPBD Jawa Tengah, Sarwa Pramana kepada wartawan di Solo, Kamis (10/8).

Bahkan, lanjut dia, sampai saat ini sudah ada 10 kabupaten yang mulai droping air bersih, seperti Banjarnegara, Wonosobo, Banyumas, Blora, Klaten dan Wonogiri. Itu meliputi 22 kecamatan dan 46 desa dari 8.574 desa di Jawa Tengah. Bencana kekeringan ini akan berdampak pada sekitar 1,4 juta jiwa penduduk atau empat persen dari warga Jateng di daerah yang diprediksi kekeringan. “Ini belum punya puncak kemarau karena masih ada hujan. Rekomendasi BMKG ini adalah kemarau basah yang dimulai awal Juli sampai Oktober mendatang,” ungkapnya.

Seluruh daerah sudah di dorong untuk waspada dan sudah ada daerah yang mengeluarkan siaga darurat atau status siaga. Untuk tingkat provinsi sudah di ajukan ke Gubernur Jawa Tengah tinggal menunggu disetujui saja dan segera mungkin keluar. Status siaga ini untuk mengantisipasi terjadinya krisis air bersih atau dampak lainya seperti kebakaran hutan, sehingga cepat ada penanganan di daerah. “Sudah ada kabupaten yang menyatakan siaga darurat. Yang jelas ada persiapan dan penangan bisa cepat saat terjadi bencana yang melanda,” katanya.