22 Pengembang Ikuti REI Merdeka Expo

22 Pengembang Ikuti REI Merdeka Expo

66
Joglosemar | Kurniawan Arie Wibowo

SOLO – Real Estate Indonesia (REI) Solo Raya menyelenggarakan pameran rumah bertajuk REI Merdeka Expo di Atrium Solo Paragon Lifestyle Mall, mulai Jumat-Senin, 4-13 Agustus 2017. Pameran ini diikuti 22 pengembang yang bergerak di sektor Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) maupun non FLPP.

Ketua REI Komisariat SoloRaya Anthony Abadi Hendro menjelaskan pameran perumahan digelar bertujuan untuk mengakomodir tingginya permintaan masyarakat akan kebutuhan hunian yang trennya meningkat. Diharapkan Tony,penjualan unit di awal semester kedua ini akan lebih baik dari semester pertama, terlebih dengan adanya pameran yang digelar selama 10 hari ini.

Baca Juga :  Kontribusi Koperasi Terhadap Ekonomi Nasional Masih Rendah, Hanya 3,9 Persen Saja

“Ada 22 pengembang yang sebagian menjual sektor unit komersil dan sebagian subsidi,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (4/8).

Guna mendongkrak penjualan perumahan di tahun 2017, REI Solo Raya turut meningkatkan pengadaan pembangunan rumah subsidi di Solo Raya yang sebagian masih terkendala perizinan. Hal ini tak lepas dari tingginya animo masyarakat untuk memiliki rumah serta didukung semakin membaiknya ekonomi dan daya beli masyarakat.

“Pengembang kami sudah mengantongi lahan untuk 7.000 unit rumah. Di semester pertama ini saja realisasi rumah subsidi sangat rendah tidak sampai 500 unit, jauh dibandingkan dengan semester pertama di tahun sebelumnya yang mencapai 1.500 sampai 2000 unit,” jelasnya.

Baca Juga :  Pusat Perbelanjaan di Solo Rame-rame Tebar Diskon Saat Hari Kemerdekaan

Terkait action yang akan dilakukan REI, imbuh Tony , pihaknya akan tetap fokus pada realisasi PP Nomor 64 tahun 2016 terkait pembangunan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Pihaknya menyebutkan permintaan rumah subsidi di Solo Raya sangat tinggi bahkan kesenjangan antara jumlah rumah terbangun dengan jumlah rumah yang dibutuhkan rakyat (backlog) sampai dengan saat ini mencapai 140.000 termasuk PNS, TNI, dan Polri. # Garudea Prabawati

 

BAGIKAN