JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar Cerita Puluhan KK di Dukuh Buntung, Karanganyar Yang 3 Kali Dilanda Longsor....

Cerita Puluhan KK di Dukuh Buntung, Karanganyar Yang 3 Kali Dilanda Longsor. Rindukan Relokasi Tapi…

75
Ilustrasi longsor

KARANGANYAR– Sebanyak 21 Kepala Keluarga (KK) di Dusun Buntung
RT 2/4, Desa Gerdu, Kecamatan Karangpandan mempertanyakan keseriusan
Pemkab untuk merelokasi mereka. Pasalnya sudah tiga kali diterjang bencana, hingga kini kepindahan ke lokasi aman yang mereka impikan belum juga direalisasi.

Warga kian resah menyusul kondisi pergerakan tanah tempat tinggal mereka saat ini semakin tidak aman untuk keselamatan. Desakan itu terungkap ketika puluhan KK itu menggeduruk DPRD setempat untuk menyuarakan tuntutan mereka di DPRD, Rabu (9/8/2017).

Kepala Desa Gerdu, Suwarno mengatakan saat ini kondisi 21 KK di Dusun Buntung, sudah ibarat dalam kangkangan bencana. Tiga kali bencana longsor yang menerjang tahun 2007,2008 dan 2012 telah menimbulkan kerusakan dan trauma mendalam.

Terlebih, saat ini pergeseran dan rekahan tanah terus bertambah mencapai 500 meter hingga kian membahayakan keselamatan warga. Menurutnya, derita warga juga dirasakan acapkali musim penghujan, seluruh warga terpaksa harus mengungsi karena khawatir akan terjadi
longsor.

“Badan Geologi juga telah menyatakan, bahwa kawasan Dusun Buntung ini tidak layak sebagai lokasi tempat tinggal. Memang warga sudah patungan telah membeli tanah di daerah lain, namun kesulitan untuk membangun. Maka dari itu kami minta bantuan DPRD dan Pemkab untuk merelokasi warga kami, “ paparnya di hadapan DPRD.

Suwarno menuturkan kendati lahan sudah dibeli secara mandiri, saat ini warga kesulitan untuk memulai pembangunan rumah di lokasi yang baru. Warga juga telah mengajukan permohonan kepada BPBD Karanganyar, BPBD Provinsi, BNPB Jakarta serta Dinas Sosial, namun belum ada realisasi.

Menanggapi aspirasi warga itu, Ketua DPRD karanganyar, Sumanto berjanji akan mengusulkan bantuan bagi 21 KK ini di anggaran perubahan 2017 sebesar Rp 10 juta per KK. Menurutnya anggaran untuk relokasi bisa berasal dari tiga sumber, dari Pemkab, Provinsi dan BNPB.

“Kita akan masukkan ke dalam anggaran perubahan 2017.Untuk sementara, bantuan dari Kabupaten dulu sambil menunggu dana dari provinsi dan pusat,” kata Sumanto.

Sementara, Ketua komisi D DPRD Karanganyar, Endang Muryani, menyesalkan lambannya penanganan Pemkab terhadap 21 KK yang berada di daerah rawan bencana ini. Padahal menurutnya di lokasi ini termasuk daerah rawan bencana dan tidak layak untuk hunian.

“ Ini sangat aneh bencana sudah terjadi sejak 2007, 2008 dan 2012 ditambah lagi telah terjadi rekahan tanah. Sementara di Desa Menjing, Kecamatan Jenawi yang terjadi longsor tahun 2015 lalu, sudah
direlokasi. Saya sangat menyayangkan sikap Pemkab yang mengabaikan warga Dusun Buntung ini. Padahal mereka relokasi secara mandiri dan membeli tanah sendiri,” katanya. (Wardoyo)

BAGIKAN